banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Dari Groundbreaking hingga Ekspor Perdana, Jejak Kepemimpinan Norsan Antar Terminal Kijing Jadi Gerbang Global Kalbar

×

Dari Groundbreaking hingga Ekspor Perdana, Jejak Kepemimpinan Norsan Antar Terminal Kijing Jadi Gerbang Global Kalbar

Sebarkan artikel ini

MEMPAWAH – Terminal Pelabuhan Kijing bukan sekadar proyek infrastruktur strategis nasional. Bagi Kalimantan Barat, pelabuhan ini menjadi simbol konsistensi pembangunan yang berjalan seiring perjalanan kepemimpinan Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Ada benang merah yang menarik dalam sejarah pelabuhan internasional tersebut. Saat peletakan batu pertama (groundbreaking), Norsan masih menjabat sebagai Bupati Mempawah dan menjadi salah satu kepala daerah yang mengawal hadirnya pelabuhan terbesar di Kalbar itu.

Ketika Terminal Kijing diresmikan, estafet pengabdiannya berlanjut sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Kini, sebagai Gubernur Kalbar, Norsan kembali mencatatkan tonggak sejarah dengan melepas ekspor perdana melalui Terminal Kijing, Senin (29/6/2026).

Rangkaian momentum tersebut menggambarkan konsistensi kepemimpinan yang terus mendorong pembangunan Kalimantan Barat melalui penguatan konektivitas perdagangan internasional. Dari tahap pembangunan, operasional, hingga akhirnya melayani ekspor langsung ke pasar global, Terminal Kijing menjadi salah satu warisan pembangunan yang terus dikawal di setiap fase kepemimpinan Norsan.

Ekspor perdana itu menandai dimulainya babak baru perdagangan internasional Kalbar. Untuk pertama kalinya, berbagai komoditas unggulan daerah diberangkatkan langsung melalui Terminal Kijing tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pelabuhan di provinsi lain.

Komoditas yang diekspor meliputi alumina, kelapa, dan produk olahan kelapa dengan tujuan Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, serta negara tujuan lainnya.

Norsan mengatakan dimulainya aktivitas ekspor melalui Terminal Kijing merupakan cita-cita besar yang sejak lama diperjuangkan agar Kalbar memiliki gerbang perdagangan internasional sendiri.

“Alhamdulillah pada hari ini kita melepas keberangkatan peti kemas ekspor pertama dengan tujuan Malaysia. Insyaallah ke depan, ketika kapal-kapal besar sudah merapat di sini, kita tidak perlu lagi transit di negara lain. Barang-barang ekspor dari Kalbar bisa langsung menuju China, Korea, Jepang dan negara-negara lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, operasional Terminal Kijing akan memangkas biaya logistik, mempercepat distribusi barang, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kalbar di pasar global.

Ia optimistis keberadaan pelabuhan internasional tersebut akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, meningkatkan aktivitas ekspor-impor, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

“Kita berharap pelepasan perdana ini membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah. Dukungan masyarakat sangat penting agar aktivitas pelabuhan ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ekspor perdana melalui Terminal Kijing melibatkan empat perusahaan. PT Borneo Alumina Indonesia mengirim 12 kontainer alumina hydroxide ke Pasir Gudang, Malaysia. PT Unicoc Industries Indonesia mengekspor dua kontainer produk olahan kelapa ke Malaysia. PT Ferrindo mengirim 10 kontainer kelapa bulat ke Yangpu, Tiongkok. Sementara PT Indonesia Chemical Alumina menjadi eksportir terbesar dengan 150 kontainer alumina menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, Terminal Kijing menerapkan dua skema layanan pelayaran, yakni direct call menuju Pasir Gudang, Malaysia, dan transshipment melalui Pasir Gudang untuk tujuan Tiongkok dan negara lainnya.

Ekspor perdana tersebut mencatatkan nilai perdagangan sebesar USD 1.206.388,36 atau sekitar Rp21,48 miliar, sekaligus menjadi tonggak baru bagi Kalimantan Barat dalam memperkuat posisi sebagai daerah yang terhubung langsung dengan jaringan perdagangan internasional.

Bagi Kalbar, momentum ini bukan sekadar pelepasan kontainer ekspor, melainkan penegasan bahwa Terminal Kijing kini telah bertransformasi menjadi gerbang global yang membuka akses lebih luas bagi ekspor dan impor daerah—sebuah perjalanan pembangunan yang dikawal sejak peletakan batu pertama, peresmian, hingga akhirnya beroperasi penuh di bawah kepemimpinan Ria Norsan.