JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai memetakan program prioritas yang akan didukung melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSBLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) pada Tahun Anggaran 2027.
Langkah ini dilakukan setelah sejumlah perusahaan menyatakan komitmennya mendukung pembangunan di Kalbar.
Komitmen tersebut mengemuka dalam peluncuran Forum TSBLP/CSR di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (9/7/2026) malam, yang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.
“Alhamdulillah, beberapa perusahaan telah menyampaikan komitmennya untuk membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui program CSR mereka,” kata Norsan.
Menurutnya, Pemprov Kalbar akan menyusun daftar program prioritas berdasarkan usulan dari perangkat daerah agar penyaluran CSR lebih terarah dan menjawab kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup sektor pertambangan, perkebunan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pemerintahan desa hingga pembangunan infrastruktur dasar.
Norsan menegaskan, pemerintah akan mengarahkan perusahaan agar memprioritaskan tiga bidang utama, yakni pendidikan, penanganan stunting, dan pembangunan infrastruktur.
“Pendidikan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemudian stunting, dan infrastruktur. Dengan infrastruktur yang baik, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu solusi mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah. Karena itu, program CSR diharapkan tidak lagi bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Untuk memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, Pemprov Kalbar akan melakukan pengawasan melalui perangkat daerah dan instansi terkait.
“Kita melakukan pengawasan langsung kepada perusahaan melalui dinas dan instansi terkait untuk melihat sejauh mana pelaksanaan CSR yang diserahkan kepada daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Norsan juga mengapresiasi perusahaan yang selama ini telah aktif menjalankan program CSR. Meski demikian, ia mengakui kontribusi setiap perusahaan masih bervariasi.
“Ada perusahaan yang sudah maksimal, ada yang masih setengah maksimal, dan ada juga yang kontribusinya masih minim. Mudah-mudahan ke depan semakin meningkat,” katanya.
Selain memperkuat pembangunan, Gubernur turut mengajak perusahaan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah dengan mendorong karyawannya membuka rekening di Bank Kalbar.
Forum TSBLP/CSR tersebut juga diwarnai penandatanganan komitmen bersama oleh Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. Penandatanganan disaksikan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat.

















