banner 468x60
Sintang

Sungai Surut Picu Kendala Distribusi, Pemkab Sintang Pastikan Stok LPG 3 Kg Tetap Aman

×

Sungai Surut Picu Kendala Distribusi, Pemkab Sintang Pastikan Stok LPG 3 Kg Tetap Aman

Sebarkan artikel ini

SINTANG, Aksaraloka.com – Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram masih dalam kondisi aman meski distribusi ke sejumlah wilayah pedalaman menghadapi tantangan akibat musim kemarau yang menyebabkan jalur transportasi sungai mengalami penyusutan debit air.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang, Subendi, mengatakan pasokan LPG subsidi hingga kini tetap berjalan normal sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Bahkan, untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat pada momen Hari Raya Iduladha dan Gawai Dayak, Pemerintah Kabupaten Sintang telah mengusulkan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina.

“Tambahan kuota tersebut sudah didistribusikan melalui seluruh agen dan pangkalan LPG di Kabupaten Sintang. Berdasarkan koordinasi dengan Pertamina, stok LPG 3 kilogram dipastikan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Subendi, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, setiap hari Kabupaten Sintang menerima pasokan LPG dengan rata-rata sekitar 20 delivery order (DO). Meski demikian, jumlah tabung yang diterima masing-masing agen berbeda sesuai alokasi distribusi.

Menurut Subendi, tantangan terbesar saat ini berada pada proses penyaluran ke wilayah pedalaman, khususnya Kecamatan Ambalau dan Sarawai. Surutnya jalur sungai memaksa agen mencari alternatif distribusi agar pasokan tetap sampai kepada masyarakat.

“Para agen harus menggunakan kombinasi transportasi, mulai dari truk hingga kendaraan roda dua untuk menjangkau daerah yang sulit dilalui. Kondisi ini tentu meningkatkan biaya angkut,” ujarnya.

Meningkatnya biaya distribusi tersebut, lanjutnya, turut memengaruhi harga jual LPG di tingkat konsumen. Kendati demikian, pemerintah meminta seluruh agen, pangkalan, maupun pengecer tidak mengambil keuntungan secara berlebihan.

“Kondisi transportasi saat ini memang membuat harga sulit sama persis dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun kami berharap selisihnya tidak terlalu jauh. Kami terus berkoordinasi dengan agen agar harga di pangkalan resmi tetap terkendali,” tegasnya.

Subendi juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG subsidi 3 kilogram di pangkalan resmi. Selain lebih mudah diawasi, harga di pangkalan dinilai lebih stabil dibandingkan di tingkat pengecer.

Ia menambahkan, dampak musim kemarau tidak hanya berpengaruh terhadap distribusi LPG, tetapi juga memicu kenaikan biaya angkut berbagai kebutuhan pokok lainnya. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus melakukan pemantauan bersama Pertamina dan para agen agar distribusi LPG subsidi tetap lancar hingga ke wilayah terpencil.

“Kami berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun kondisi distribusi di lapangan sedang menghadapi tantangan akibat surutnya jalur sungai,” pungkasnya.