Aksaraloka.com, SINTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang kembali mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran menyusul kondisi kabut asap yang dinilai membahayakan kesehatan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, mengatakan pihaknya telah dua kali mengambil langkah menyikapi kondisi kualitas udara yang berdampak terhadap aktivitas pendidikan.
Menurut Roni, keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran.
“Kita memahami bahwa situasi Kabupaten Sintang sekarang ini berbahaya bagi kesehatan. Keselamatan kita menjadi prioritas utama, sama halnya dengan keselamatan para siswa,” ujarnya.
Ia mengatakan, Disdikbud Sintang akan kembali meminta masukan dari berbagai pihak untuk menentukan langkah selanjutnya, terutama jika kondisi kabut asap masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Apabila kondisi tersebut bertahan hingga satu minggu tanpa hujan, pemerintah akan mempertimbangkan kembali pola pembelajaran yang dinilai paling aman bagi siswa.
“Kita akan kaji. Yang jelas keselamatan kita menjadi prioritas utama, sama halnya dengan keselamatan para siswa,” katanya.
BDR Tidak Mengurangi Jam Pelajaran
Roni menegaskan, apabila pembelajaran dari rumah (BDR) kembali diterapkan, kebijakan tersebut tidak boleh berdampak pada berkurangnya jumlah jam pelajaran siswa.
Menurutnya, yang perlu diubah adalah tempat dan metode pembelajaran, bukan jumlah jam belajar.
“Kalau BDR ini nanti kita lakukan, saya tidak ingin ada pengurangan jam pelajaran. Hanya proses pembelajarannya saja yang keluar dari sekolah, bukan kemudian mengurangi jumlah jam pelajarannya,” jelasnya.
Ia juga meminta orang tua turut memastikan anak tetap mengikuti proses pembelajaran selama berada di rumah.
Orang tua diharapkan mendampingi dan memastikan anak mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal yang telah ditentukan sekolah.
Roni menambahkan, Disdikbud Sintang akan memastikan setiap kebijakan yang diambil tidak mengganggu keberlangsungan proses pendidikan dalam jangka panjang.
Menurutnya, kondisi kabut asap harus diantisipasi demi keselamatan, namun kualitas pembelajaran juga tetap harus dijaga.
“Kita tidak ingin kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran berkurang. Keselamatan tetap yang utama, tetapi kualitas pendidikan juga harus kita jaga,” ujarnya.












