PONTIANAK — Duet baru ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, mengawali kebersamaan mereka di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 dengan hasil positif.
Rehan/Melati langsung mengamankan tiket perempat final setelah menaklukkan sesama wakil Indonesia, Jonathan Farrell Gosal/Pitha Haningtyas Mentari, pada babak 16 besar di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Kamis (3/9/2026).
Bermain di hadapan publik tuan rumah, Rehan/Melati tampil solid dan menang dua gim langsung 21-16, 21-13.
Sejak gim pertama, pasangan anyar tersebut mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Meski baru dipasangkan, Rehan dan Melati terlihat cukup padu. Komunikasi serta rotasi menjadi kunci mereka dalam menjaga keseimbangan permainan.
Jonathan/Pitha sempat memberikan tekanan, tetapi Rehan/Melati mampu mempertahankan keunggulan hingga merebut gim pertama 21-16.
Memasuki gim kedua, permainan Rehan/Melati semakin percaya diri. Mereka tidak memberikan banyak ruang kepada lawan untuk mengembangkan permainan dan terus menjaga perolehan poin.
Dominasi tersebut membuat Rehan/Melati menutup gim kedua 21-13 sekaligus memastikan langkah ke perempat final.
Meski menang dua gim langsung, Rehan mengaku belum sepenuhnya puas dengan penampilannya. Ia merasa masih ada sejumlah peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi poin.
“Pertama kita mengucapkan alhamdulillah, selesai pertandingan menang juga. Pertandingan kali ini masih belum puas juga saya mainnya. Masih belum apa yang saya mau, masih ada beberapa bola yang harusnya mati tapi ini terus,” ujar Rehan seusai pertandingan.
Rehan menyadari kemenangan pada laga perdana belum berarti duet tersebut sudah sepenuhnya matang. Masih ada sejumlah detail permainan yang perlu dibenahi sebelum menghadapi lawan berikutnya.
Baginya, komunikasi menjadi hal paling penting ketika mereka berada di lapangan.
“Bagaimanapun kita main di lapangan harus komunikasi, paling penting itu saja,” tegasnya.
Melati juga menilai perkembangan chemistry bersama Rehan sejauh ini cukup positif. Keduanya sudah cukup sering berlatih bersama sehingga proses adaptasi ketika bertanding tidak terlalu sulit.
Menurut Melati, komunikasi dan rotasi menjadi dua aspek yang terus mereka bangun agar permainan semakin padu.
“Kurang lebih sudah dapat karena juga kita latihan sering bersama. Jadi tinggal banyak komunikasi dan rotasi saja, intinya komunikasi,” kata Melati.
Kemenangan atas Jonathan/Pitha menjadi pijakan awal yang menjanjikan bagi Rehan/Melati di turnamen ini. Namun, tantangan lebih berat sudah menanti di babak perempat final.
Melati menegaskan mereka tidak ingin terlena. Evaluasi akan difokuskan pada kesalahan-kesalahan sendiri agar permainan bisa lebih konsisten pada pertandingan berikutnya.
“Untuk pertandingan selanjutnya kita lebih fokus lagi, kita mengurangi error-nya,” ujarnya.
Dengan tiket perempat final di tangan, Rehan/Melati kini semakin dekat dengan persaingan perebutan gelar Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Sebagai pasangan baru, kemenangan perdana ini menjadi sinyal positif. Namun, konsistensi komunikasi, ketepatan rotasi, dan kemampuan meminimalkan kesalahan akan menjadi ujian berikutnya bagi Rehan/Melati untuk melangkah lebih jauh di turnamen BWF World Tour Super 100 tersebut.

















