banner 468x60
Hiburan

Shuttlecock Lebih Lambat, Wahyu/Pulung Tersingkir di 32 Besar

×

Shuttlecock Lebih Lambat, Wahyu/Pulung Tersingkir di 32 Besar

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Langkah Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 terhenti pada babak 32 besar. Ganda putra Indonesia itu kalah dari pasangan unggulan kedua asal Chinese Taipei, Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng, dalam dua gim langsung.

Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Rabu (2/9/2026), Wahyu/Pulung menyerah 17-21, 20-22.

Pulung mengakui mereka tidak tampil maksimal. Sejak awal pertandingan, pasangan Indonesia itu dinilai terlalu ragu dalam mengambil keputusan dan kurang sabar menghadapi permainan lawan.

“Di gim hari ini kami bermain kurang sabar, kurang berani dan banyak ragu-ragu,” ujar Pulung seusai pertandingan.

Selain persoalan teknis, laju shuttlecock juga menjadi tantangan. Wahyu mengatakan kondisi lapangan tidak banyak berbeda dibandingkan turnamen pekan sebelumnya. Namun, shuttlecock yang digunakan kali ini terasa lebih lambat.

“Dari lapangan tidak ada yang berubah, tapi kami merasa shuttlecock lebih lambat dari minggu lalu,” kata Wahyu.

Perubahan karakter shuttlecock membuat Wahyu/Pulung harus menyesuaikan pola permainan. Mereka menilai kondisi tersebut menjadi pelajaran untuk memperkuat pukulan agar tetap mampu menekan lawan.

“Ini jadi pelajaran buat kami untuk meningkatkan power,” ujarnya.

Pada gim kedua, Wahyu/Pulung sempat memberikan perlawanan ketat. Mereka bahkan hanya terpaut satu angka dari lawan, tetapi akhirnya kembali kalah 20-22.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan Wahyu/Pulung di turnamen BWF World Tour Super 100 itu. Bagi mereka, pertandingan ini menjadi evaluasi untuk lebih berani mengambil keputusan, menjaga kesabaran, dan meningkatkan kekuatan pukulan saat menghadapi kondisi shuttlecock yang lebih lambat.