banner 468x60
Kalimantan Barat

BPBD: Angin Bawa Asap ke Pontianak, Karhutla Ketapang Masih Membara

×

BPBD: Angin Bawa Asap ke Pontianak, Karhutla Ketapang Masih Membara

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak. Kondisi ini bukan sekadar persoalan jarak pandang, tetapi juga menjadi alarm bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum benar-benar beres.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mengungkap, salah satu faktor yang membuat asap masih bertahan adalah kondisi angin yang bergerak menuju wilayah Kalbar, termasuk Pontianak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan pihaknya memantau pergerakan angin menggunakan sejumlah aplikasi.

“Kalau berdasarkan data yang kami terima, kami menggunakan beberapa aplikasi. Dari aplikasi-aplikasi yang kami gunakan, pertama memang arah anginnya masih berada menuju Kalbar atau tepatnya di wilayah Kota Pontianak,” ujar Ridwan.

Masalahnya, sumber asap ternyata belum sepenuhnya hilang dari wilayah Kalbar.

Ridwan menyebut masih terdapat titik kebakaran di sejumlah daerah, meski skalanya tidak besar. Salah satunya berada di Ketapang.

Kondisi menjadi perhatian karena arah angin dari wilayah tersebut berpotensi membawa asap menuju Pontianak dan sejumlah kabupaten lainnya.

“Kalau sumber memang wilayah Kalbar sendiri masih ada yang terbakar, walaupun tidak besar. Itu berada di wilayah Ketapang yang memang arah anginnya juga mengarah ke kita, ke Kota Pontianak ini dan beberapa kabupaten lainnya,” katanya.

Bukan hanya Kalbar yang menghadapi persoalan serupa. Ridwan menyebut sejumlah provinsi lain di Pulau Kalimantan juga masih mengalami kebakaran, di antaranya Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Namun BPBD Kalbar memilih berhati-hati dalam menyimpulkan sumber asap. Pergerakan angin tidak serta-merta bisa dijadikan bukti untuk memastikan dari mana asal asap yang menyelimuti Pontianak.

“Kami tidak menyebutkan secara spesifik arah angin itu dari daerah lain. Kami hanya mengatakan bahwa daerah kita juga masih adanya terbakar, walaupun tidak besar. Daerah-daerah lain juga mengalami terbakar,” tegasnya.

Ridwan juga mengingatkan bahwa arah angin tidak bisa dijadikan dasar tunggal untuk menunjuk wilayah tertentu sebagai sumber asap.

“Tidak bisa kalau kami menyimpulkan bahwa ini arah angin, berarti kami bisa mengatakan secara pasti angin ini memang terbakar,” jelasnya.

Dengan demikian, kabut asap yang kembali dirasakan warga Pontianak merupakan kombinasi persoalan yang tidak sederhana: masih adanya karhutla di sejumlah wilayah serta kondisi atmosfer yang memungkinkan asap bergerak dan bertahan.