KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta Pertamina menjaga distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Jobber ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sesuai kuota yang ditetapkan.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi antrean panjang kendaraan dan memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Penegasan itu disampaikan Alexander saat memimpin rapat koordinasi penanganan antrean kendaraan dan ketersediaan BBM di Ruang Rapat Utama Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam. Rapat tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, kejaksaan, Pertamina, pengelola Jobber, Hiswana Migas, dan pengelola SPBU.
Dalam rapat tersebut, Pertamina menjelaskan stok Pertamax di Jobber Ketapang sedang kosong. Pasokan dari Pontianak melalui jalur darat juga masih terbatas. Sementara itu, Pertalite masih tersedia sehingga distribusinya perlu dijaga agar mencukupi kebutuhan masyarakat hingga pasokan berikutnya tiba.
Alexander meminta Pertamina dan pengelola Jobber tidak mengurangi kuota distribusi Pertalite ke SPBU mulai Selasa (13/10/2026).
“Saya sudah minta kepada pihak Pertamina dan Jobber mulai besok untuk distribusi Pertalite dari Jobber ke SPBU-SPBU itu agar tetap jumlahnya sesuai kuota, tidak dikurangi,” ujarnya.
Ia memastikan kuota BBM untuk Kabupaten Ketapang masih mencukupi. Bahkan, berdasarkan konfirmasi kepada Pertamina, kuota tersebut bertambah sekitar 1,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Untuk kuota, saya sudah minta konfirmasi dari Pertamina untuk Kota Ketapang, kuotanya kita ini cukup, bahkan mengalami penambahan 1,5 persen dibandingkan sebelumnya,” katanya.
Adapun kapal pengangkut BBM Pertamina diperkirakan tiba pada 14 Oktober 2026. Pasokan tersebut diharapkan memungkinkan distribusi BBM dari Jobber ke SPBU kembali berjalan paling lambat Kamis (15/10/2026). Pertamina juga diminta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi keterlambatan.
Alexander mengatakan, dirinya akan memimpin langsung peninjauan ke Jobber dan sejumlah SPBU pada Kamis untuk memastikan kesepakatan tersebut dijalankan.
“Kita minta kepada Pertamina agar kuota distribusi dari Jobber ke SPBU tidak dikurangi, jadi tetap utuh,” tegasnya.
Untuk membantu mengurangi antrean, pemerintah daerah bersama Pertamina dan Hiswana Migas juga membahas penjualan Pertamax melalui Pertashop dan pengecer dengan harga yang wajar.
“Untuk pengecer nanti kita izinkan untuk menjual Pertamax, tapi dengan harga yang wajar, tidak boleh berlebihan. Tadi sudah disepakati dengan pihak Hiswana Migas juga dan Pertamina, disaksikan Forkopimda,” jelasnya.
Di sisi pengawasan, Alexander meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Ketapang, menindak tegas pihak yang terbukti menyimpangkan distribusi atau menimbun BBM, terutama BBM bersubsidi. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah bersama unsur kepolisian, kejaksaan, dan TNI dijadwalkan mengunjungi Jobber di Sukaharja pada Selasa (13/10/2026). Kunjungan tersebut untuk memantau distribusi BBM ke SPBU, memastikan penyaluran Pertalite sesuai kuota, serta melihat pelaksanaan penjualan Pertamax melalui Pertashop dan pengecer.
Alexander mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Pertamina dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengurai antrean di SPBU.

















