Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, menegaskan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalbar masih dalam kondisi aman.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Hal tersebut disampaikan Pipit menyusul arahan Kapolri yang menyatakan stok BBM secara nasional masih mencukupi.
Ia pun telah memerintahkan seluruh jajaran untuk berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi berjalan lancar.
“Dari amanat Bapak Kapolri disampaikan bahwa sementara ini ketersediaan BBM kita cukup. Artinya kami mengimbau masyarakat Kalimantan Barat tidak perlu panik,” kata Pipit.
Ia menegaskan, selama pihak Pertamina tidak menginformasikan adanya kendala maupun kekurangan dalam distribusi, maka masyarakat tidak perlu khawatir.
Kapolda juga memerintahkan jajaran di lapangan untuk mencegah adanya pembelian BBM dalam jumlah tidak wajar. Menurutnya, tindakan tegas akan diambil jika ditemukan praktik tersebut.
“Saya perintahkan jajaran untuk melarang siapapun yang membeli dalam jumlah besar dan tidak normal. Harus ada larangan dan tindakan tegas,” tegasnya.
Pipit menjelaskan, praktik panic buying justru berpotensi menimbulkan kelangkaan yang sebenarnya tidak ada.
Stok yang semestinya cukup untuk beberapa hari bahkan bulan ke depan bisa cepat berkurang karena pembelian berlebihan.
“Kalau terjadi panic buying, yang terjadi justru kita kekurangan. Stok yang seharusnya tersedia akhirnya berkurang karena ada yang membeli secara berlebihan,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, kepolisian juga akan melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi, termasuk oknum yang menimbun BBM.
“Saya minta dilakukan penyelidikan. Apabila ada yang melakukan panic buying atau penimbunan, akan dilakukan penegakan langsung. Tidak perlu patroli lagi, langsung tangkap saja,” tegas Pipit.
Ia juga mengingatkan kelompok atau oknum yang kerap melakukan penimbunan agar tidak mencoba mengambil keuntungan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Jangan sampai saudara-saudara saat hari Idul Fitri justru harus mendekam di penjara,” pungkasnya.
Kapolda berharap seluruh pihak dapat bekerja sama menjaga distribusi BBM tetap normal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.












