Aksaraloka.com, ambas – Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia sektor barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat total 55,297 kilogram di wilayah perbatasan Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
Pengungkapan tersebut dilakukan oleh personel Satgas Pamtas dari Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama Tim Gabungan Satgas Intel pada Kamis dini hari (12/3/2026) di Dusun Sawah, Desa Senatab.
Pangdam XII/Tanjungpura, Novi Rubadi Sugito menjelaskan, keberhasilan penggagalan tersebut bermula saat personel patroli Pos Sungai Tengah mencurigai sebuah kendaraan yang melintas sekitar pukul 01.45 WIB.
Ketika petugas mencoba menghentikan kendaraan tersebut, pengemudi justru melaju kencang dan berusaha melarikan diri.
“Personel sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara, namun kendaraan tetap melaju ke arah Tanjung. Dalam proses pengejaran, Orang Tak Dikenal (OTK) di dalam mobil membuang sejumlah barang ke pinggir jalan,” ujarnya.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di sepanjang jalur pelarian. Pada pukul 03.25 WIB, ditemukan sebanyak 51 paket sabu dengan berat mencapai 54,234 kilogram.
Penyisiran lanjutan oleh Tim Intel Gabungan sekitar pukul 08.00 WIB kembali menemukan satu paket tambahan seberat 1,063 kilogram.
“Total barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 52 paket dengan berat keseluruhan 55,297 kilogram,” jelasnya.
Meski barang bukti berhasil diamankan, hingga kini pelaku masih belum tertangkap.
Seluruh sabu tersebut rencananya akan diserahkan ke Pomdam XII/Tanjungpura untuk diamankan sementara sebelum dilakukan pemusnahan dengan melibatkan instansi terkait, termasuk BNN.
Pangdam menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi berbagai aktivitas ilegal di wilayah perbatasan.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Satgas Pamtas untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan penyelundupan.
Koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Kepolisian dan Bea Cukai, terus diperkuat guna mengoptimalkan pertukaran informasi serta pelaksanaan operasi gabungan.
Selain itu, pendekatan kepada masyarakat perbatasan juga terus ditingkatkan agar warga dapat berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.
Di akhir pernyataannya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada prajurit Batalyon Arhanud 1/PBC/1 Kostrad dan Tim Satgas Intel atas keberhasilan tersebut.
“Jangan lengah, waspadai segala bentuk kegiatan ilegal, mulai dari illegal entry, illegal trading, logging, mining, senjata api, hingga penyelundupan satwa dan narkoba. Bekerjalah dengan hati dan selalu berdoa demi keberhasilan tugas kita menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.











