banner 468x60
Sambas

Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Polres Sambas Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Teluk Keramat dan Tangaran

×

Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Polres Sambas Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Teluk Keramat dan Tangaran

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SAMBAS – Menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini, Polres Sambas bergerak cepat memperkuat sinergi lintas sektor guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Ngobrol Bersama Kapolres Wujudkan Teluk Keramat dan Tangaran Bebas Karhutla” yang digelar di Cafe GW, Desa Sungai Serabek, Kecamatan Teluk Keramat, Selasa (9/6).

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sambas Lerry Kurniawan Figo, unsur Forkopimcam Teluk Keramat dan Tangaran, BPBD Kabupaten Sambas, Manggala Agni, TNI-Polri, para kepala desa, hingga perwakilan Masyarakat Peduli Api (MPA) dari 12 desa yang masuk kategori rawan karhutla.

Dalam sambutannya, Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling efektif dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat akibat fenomena El Nino.

“Setiap musim kemarau, ancaman karhutla selalu menjadi perhatian serius. Jika tidak diantisipasi sejak dini, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas masyarakat, hingga kerugian ekonomi yang besar,” ujarnya.

Kapolres menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama di tingkat desa, dalam upaya pencegahan.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Masyarakat Peduli Api (MPA) dan para Bhabinkamtibmas yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi serta penanganan awal kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap, menjaga lingkungan sekitar, serta mendukung patroli pencegahan yang dilakukan petugas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo, menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Ia mengungkapkan DPRD telah mengusulkan bantuan pompa air bagi desa-desa rawan kebakaran guna memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.

“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri. Diperlukan dukungan semua pihak, termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi desa-desa yang berisiko tinggi,” katanya.

Camat Teluk Keramat, Nasrullah, mengingatkan bahwa puncak dampak El Nino diprediksi berlangsung pada Juli hingga September mendatang.

Karena itu, pemerintah desa diminta terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Hal senada disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita.

Ia mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Kami meminta seluruh kepala desa aktif memantau perkembangan melalui aplikasi Sipongi dan segera melaporkan jika terdapat indikasi titik api di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Di sisi lain, Kadaops Manggala Agni IX Wilayah Singkawang, Yuyu Wahyudi, menyoroti ancaman lain yang menyertai kemarau panjang, yakni risiko kekeringan dan gagal panen.

Karena itu, edukasi kepada kelompok tani dinilai sangat penting agar langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini.

Dalam sesi dialog, sejumlah kepala desa menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana pemadaman, sulitnya akses sumber air saat kebakaran terjadi, hingga perlunya normalisasi kanal di kawasan lahan gambut.

Menanggapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Sambas menyatakan siap memberikan dukungan penuh, termasuk mengusulkan bantuan pemadaman udara melalui helikopter water bombing apabila terjadi kebakaran dalam skala besar.

Menutup kegiatan, Kapolres Sambas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI, pemerintah desa, dan pihak swasta dalam menjaga Kabupaten Sambas tetap bebas dari karhutla.

“Jika ditemukan titik api, Polres dan Polsek jajaran siap turun langsung membantu proses pemadaman. Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama demi melindungi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya