banner 468x60
Aksara Landak

Semarakkan Grebeg Suro ke-6, Wakil Bupati Landak Lepas Kirab Budaya Lintas Etnis

×

Semarakkan Grebeg Suro ke-6, Wakil Bupati Landak Lepas Kirab Budaya Lintas Etnis

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Wakil Bupati Landak, Erani, resmi melepas prosesi Kirab Budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Grebeg Suro pada Sabtu (28/6/2026) pagi.

Mengambil start dari Halaman Kantor Bupati Landak, iring-iringan kendaraan roda empat yang dihias berbagai kesenian khas Jawa dan gunungan hasil bumi bergerak tertib melintasi pusat kota menuju GOR Patih Gumantar.

Tidak hanya diikuti oleh kontingen Paguyuban Jawa dan sanggar seni lokal, pawai budaya tahun ini terasa istimewa karena turut dimeriahkan oleh berbagai komunitas lintas etnis di Kabupaten Landak.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Landak Erani menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Landak yang berhalangan hadir karena tuntutan tugas. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Paguyuban Jawa atas inisiatif dan kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

“Kami secara pribadi dan Pemerintah Kabupaten Landak memberikan apresiasi kepada Paguyuban Jawa yang sudah punya inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Ini memotivasi kita semua. Kalau semua etnis di Kabupaten Landak melakukan hal yang serupa dan berkontribusi seperti ini, saya percaya kabupaten ini akan lebih maju dan diperhitungkan,” ujar Erani.

Erani menambahkan bahwa dampak positif dari pelestarian budaya ini mungkin tidak langsung terlihat dalam hitungan bulan, namun akan menjadi warisan berharga yang terus dikenang serta berkontribusi besar bagi kemajuan daerah di masa depan.

Ketua Panitia Festival Budaya Grebeg Suro, Teguh Pambudi, melaporkan bahwa Kirab Budaya dalam rangka Festival Grebeg Suro Paguyuban Jawa Kabupaten Landak yang ke-6 ini diikuti oleh 17 kontingen.

Para peserta tersebut berasal dari Dewan Pengurus Kecamatan (DPC) Paguyuban Jawa Kabupaten Landak (PJKL) se-Kecamatan. Sanggar seni se-Kabupaten Landak.
Organisasi kemasyarakatan (Ormas) etnis maupun multietnis.

Teguh menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Kukuh Manunggal Kawiji Ngabangun Landak”. “Tema ini memiliki makna mendalam bahwa kita harus tetap teguh dan kokoh dalam menjaga persatuan, menyatukan hati, pikiran, dan langkah dalam membangun Kabupaten Landak yang maju, harmonis, dan sejahtera,” jelas Teguh.

Melalui kirab ini, pihak panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan hiburan yang menarik atau daya tarik wisata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi yang mempererat hubungan antar-paguyuban.

“Melalui kirab budaya ini, kami berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya bangsa. Seni dan budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang akan mengantarkan kita menuju masa depan yang berkarakter dan bermartabat,” pungkas Teguh.