LANDAK – Sebanyak 19 tim mengikuti Turnamen Mobile Legends Kapolres Landak Cup 2026 yang digelar oleh Polres Landak di Toss X Lokale, Ngabang, Rabu, 24 Juni 2026 pagi.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, mengatakan turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para penggemar esports, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
“Pagi ini kita telah membuka turnamen Mobile Legends dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema Polri untuk Masyarakat. Sebanyak 19 tim akan berkompetisi, dan nantinya akan dicari juara pertama untuk mewakili Polres Landak bertanding di tingkat Polda,” ujarnya.
AKBP Devi menjelaskan, Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup merupakan bagian dari kompetisi berjenjang yang diselenggarakan hingga tingkat nasional.
Tim terbaik dari Kabupaten Landak akan mewakili Polres Landak di tingkat Polda, sebelum kembali diseleksi untuk mewakili daerah pada ajang tingkat Mabes Polri atau Kapolri Cup.
“Apabila sudah didapatkan juara satu, akan mewakili Polres Landak di tingkat Polda. Selanjutnya Polda akan menyeleksi kembali perwakilan dari tingkat polres untuk dikirim ke tingkat Mabes,” jelasnya.
Menurut Kapolres, turnamen tersebut juga menjadi momentum untuk menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mensosialisasikan berbagai layanan kepolisian kepada masyarakat, termasuk layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses untuk memperoleh bantuan kepolisian secara cepat.

Salah seorang peserta turnamen, Friszi Jonatan Bertan, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut. Ia berharap ke depan semakin banyak turnamen esports digelar di Ngabang sehingga dapat membuka peluang bagi pemain lokal untuk berkembang hingga tingkat nasional.
“Harapan saya ke depannya semoga turnamen di Ngabang semakin banyak dan bisa membantu kami yang ingin menuju tingkat nasional. Terima kasih juga kepada Kepolisian yang sudah mengadakan turnamen Mobile Legends di setiap daerah,” ungkapnya.
Friszi menilai bermain gim tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir, strategi, dan kedisiplinan dalam mengatur waktu.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga bagi anak-anak dan remaja yang ingin menekuni dunia esports.
Menurutnya, hingga saat ini belum banyak atlet esports profesional asal Ngabang, terutama dari cabang Mobile Legends. Salah satu penyebabnya adalah masih minimnya penyelenggaraan turnamen di daerah tersebut.
“Turnamen di Ngabang masih jarang. Biasanya harus menunggu beberapa bulan bahkan lebih lama baru ada lagi yang mengadakan. Tahun ini baru sekali ada turnamen seperti ini,” katanya.

















