banner 468x60
Ekonomi

AI Hadir dalam Lomba Mengaji Digital, Qara’a Dorong Inovasi Pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia

×

AI Hadir dalam Lomba Mengaji Digital, Qara’a Dorong Inovasi Pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM – Platform digital pembelajaran Al-Qur’an, Qara’a, menggelar perlombaan mengaji digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan “Muharram Hijrah Bareng” dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pengembangan kualitas pembelajaran santri di Rumah Qur’an.

Agenda utama kegiatan bertajuk Muharram Versi Pemenang (MVP) League tersebut adalah kompetisi mengaji digital yang diikuti santri dari delapan Rumah Qur’an di Pontianak. Perlombaan ini memanfaatkan teknologi AI untuk membantu menilai bacaan Al-Qur’an secara cepat, namun tetap menghadirkan ustaz sebagai dewan juri dan validator agar penilaian sesuai dengan kaidah tajwid. Selain lomba mengaji, kegiatan juga dirangkai dengan Workshop Lingkar Parents bertema “Strong Family, Smart Financial”, serta pengumuman pemenang pada hari kedua.

Co-founder Qara’a, Ahmad Kamel, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi digital bagi Rumah Qur’an yang masih menghadapi kendala dalam memantau perkembangan belajar santri. Menurutnya, sistem monitoring berbasis aplikasi diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus mendukung upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Indonesia.

“Kami menyadari masih banyak Rumah Qur’an yang terkendala dalam sistem monitoring santri. Tahun ini, kami berkomitmen untuk hadir membantu melalui inovasi digital, dengan harapan dapat berkontribusi besar dalam upaya mengentaskan buta aksara Qur’an di Indonesia,” ujar Ahmad usai penutupan kegiatan di Gedung Konferensi Untan, Ruang Theater 2, Minggu (28/6/2026).

Ahmad mengungkapkan, aplikasi Qara’a kini telah digunakan lebih dari dua juta pengguna di seluruh Indonesia. Menurutnya, platform tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat belajar Al-Qur’an kapan saja, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau merasa kurang percaya diri mengikuti pembelajaran secara tatap muka.

“Kami membuat proses belajar Al-Qur’an menjadi sangat menyenangkan, terutama bagi anak-anak agar mereka asyik saat belajar. Di dalam aplikasi, kami menanamkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan feedback instan dan efisien terkait bacaan pengguna,” katanya.

Meski memanfaatkan teknologi AI, Ahmad menegaskan bahwa proses pembelajaran tetap mengedepankan peran manusia. Seluruh hasil koreksi bacaan tetap berada dalam pengawasan ustaz dan ustazah yang bertugas memvalidasi hasil penilaian agar sesuai dengan kaidah tajwid.

“AI membantu proses efisiensi, tetapi sisi manusianya tetap kami jaga. Tetap ada ustaz maupun ustazah yang tergabung bersama kami untuk memvalidasi dan membantu proses pengoreksian bacaan agar tetap sesuai dengan kaidah tajwid,” tutupnya.