banner 468x60
Pontianak

Pemadaman Listrik Berjam-jam di Pontianak, PLN Sebut Mesin Pembangkit Terganggu Akibat Cuaca Panas Ekstrem

×

Pemadaman Listrik Berjam-jam di Pontianak, PLN Sebut Mesin Pembangkit Terganggu Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (3/7/2026), dipicu gangguan pada mesin pembangkit listrik milik Independent Power Producer (IPP).

PLN menyebut cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu penyebab utama turunnya kapasitas pembangkit.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan kemampuan mesin pembangkit mengalami penurunan kapasitas atau derating.

Kondisi tersebut diperburuk dengan gangguan pada salah satu unit pembangkit IPP.

“Karena itu, dilakukan pengaturan sistem agar tidak terjadi pemadaman yang lebih luas,” kata Mukhlis, Jumat (3/7/2026).

Mukhlis menegaskan pemadaman bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer.

Menurutnya, sistem kelistrikan di Kalimantan Barat masih dalam kondisi surplus daya, meski cadangan listrik yang tersedia tidak terlalu besar.

Untuk menjaga keandalan sistem sekaligus mendukung proses pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN menerapkan pemadaman bergilir yang dibagi menjadi tiga sif. Masing-masing sif berlangsung sekitar lima jam.

Sif pertama berlangsung pukul 08.30-13.30 WIB, meliputi Jalan Cendana, Jalan Pramuka, Jalan Tanggul Limbung, Jalan Budi Utomo, Jalan Pemuda, dan Jalan Bujang Taro.

Sif kedua dijadwalkan pukul 12.30-17.30 WIB yang mencakup kawasan Jalan Tabrani Ahmad, Jalan Karet, dan sekitarnya.

Sementara sif ketiga berlangsung pukul 17.30-22.30 WIB meliputi Jalan Husein Hamzah, Jalan Berdikari, Jalan Bukit Batu 1 dan 2, Gang H. Hamida, Jalan Puskesmas Pal III, serta wilayah di sekitarnya.

PLN memastikan proses pemulihan pembangkit terus dilakukan agar pasokan listrik dapat kembali normal secepatnya.

“Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini,” tutup Mukhlis.