Aksaraloka.com, PONTIANAK – Warga Kalimantan Barat masih harus bersabar menghadapi pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.
Di tengah gelombang keluhan masyarakat akibat aktivitas dan usaha yang terganggu, PT PLN (Persero) menyebut pemulihan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena perbaikan pembangkit diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu pekan.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan pemadaman dipicu penurunan kemampuan pasok daya setelah terjadi kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Gangguan tersebut membuat sistem kelistrikan Kalimantan Barat kehilangan sebagian kemampuan pasok sehingga PLN menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga kestabilan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas.
“Terjadi penurunan kemampuan pasok daya akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar,” kata Mukhlis, Sabtu (4/7/2026).
PLN menegaskan krisis listrik yang terjadi bukan disebabkan minimnya pasokan energi primer maupun batu bara.
Menurut perusahaan, stok bahan bakar pembangkit dalam kondisi aman sehingga persoalan murni berasal dari gangguan teknis pada pembangkit.
Di tengah protes pelanggan yang harus menghadapi listrik padam berjam-jam setiap hari, PLN mengaku tengah mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan dari pembangkit milik mitra kerja untuk mengurangi dampak pemadaman.
Namun, upaya tersebut belum mampu mengakhiri pemadaman dalam waktu dekat.
PLN memperkirakan proses perbaikan boiler memerlukan waktu sekitar satu minggu sebelum sistem kembali normal.
“Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan,” ujar Mukhlis.
Artinya, masyarakat Kalimantan Barat masih berpotensi menghadapi pemadaman bergilir dalam beberapa hari ke depan hingga proses perbaikan selesai.
PLN menyatakan akan terus memberikan informasi perkembangan penanganan gangguan melalui kanal komunikasi resmi.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya layanan listrik yang telah memengaruhi aktivitas rumah tangga, perkantoran, hingga pelaku usaha selama tiga hari terakhir.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan seluruh pelanggan selama proses pemulihan berlangsung,” tutup Mukhlis.














