PONTIANAK – Peringatan 20 tahun MX Club Pontianak tak hanya menjadi ajang berkumpul para pecinta otomotif. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak komunitas motor memperkuat peran sosial dan menjadi teladan dalam berlalu lintas.
Ajakan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri sekaligus mengikuti kegiatan rolling city dalam rangka HUT ke-20 MX Club Pontianak, Sabtu (25/7/2026). Mengendarai sepeda motor trail, ia bergabung bersama puluhan anggota komunitas menempuh rute dari Museum Provinsi Kalimantan Barat menuju Bundaran Kota Baru, Rumah Radakng, dan berakhir di Aming Coffee Podomoro Pontianak.
Dalam sambutannya, Krisantus mengapresiasi eksistensi MX Club Pontianak yang mampu bertahan selama dua dekade.
“Usia 20 tahun menunjukkan komunitas ini sudah matang dan mampu bertahan. Saya berharap, seperti motornya yang terus berkembang mengikuti teknologi, komunitas ini juga terus tumbuh menjadi semakin baik,” ujarnya.
Menurut Krisantus, komunitas otomotif seharusnya tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai aksi sosial.
Ia mendorong agar kegiatan seperti bakti kesehatan, pengobatan gratis, pembagian sembako hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya menjadi agenda rutin komunitas.
“Selain mempererat silaturahmi, komunitas juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Krisantus juga menilai rolling city memiliki makna lebih dari sekadar konvoi kendaraan. Kegiatan tersebut menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kalangan dengan latar belakang berbeda dalam satu semangat kebersamaan.
“Di dalam komunitas ini ada yang muda, ada yang senior, profesinya berbeda, sukunya juga beragam. Tetapi semuanya bisa bersatu karena memiliki hobi yang sama. Inilah wajah Kalimantan Barat yang penuh kebersamaan,” tuturnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjadikan komunitas otomotif sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas dengan menjunjung tinggi disiplin dan kepatuhan terhadap aturan.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, membuka peluang kolaborasi bersama komunitas otomotif melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan yang melibatkan UMKM, pelaku usaha, hingga pameran otomotif.
“Kita bisa membuat kegiatan bersama di depan Kantor Gubernur, menghadirkan pameran otomotif, sparepart, UMKM, dan sponsor. Saya pikir ini menjadi ide yang baik untuk diwujudkan bersama,” ucapnya.
Krisantus juga menilai komunitas otomotif memiliki peran strategis dalam mempromosikan pariwisata dan memperkenalkan citra positif Kalimantan Barat melalui media sosial.
“Ketika kegiatan seperti ini dipublikasikan, bukan hanya masyarakat Indonesia yang melihat, tetapi juga dunia. Ini menjadi promosi yang sangat baik bagi Kalimantan Barat,” katanya.
Ia berharap komunitas otomotif terus menjaga kekompakan dan menjadikan hobi sebagai sarana membangun persaudaraan sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Peringatan dua dekade MX Club Pontianak pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa komunitas otomotif bukan hanya identik dengan hobi berkendara, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menggerakkan kegiatan sosial, mendukung UMKM, serta mempromosikan potensi Kalimantan Barat.

















