LANDAK – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Landak melaksanakan verifikasi Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari perilaku buang air besar sembarangan di Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Camat Ngabang, Kepala Puskesmas Semata, Wakapolsek Ngabang, perwakilan Koramil Ngabang, kepala desa, serta para kepala dusun. Setelah pembukaan, tim verifikasi turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi jamban dan septic tank di sejumlah rumah warga yang menjadi sampel penilaian.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes PPKB Kabupaten Landak, Yuliana Erni, mengatakan program ODF bertujuan memastikan tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan sehingga setiap rumah memiliki fasilitas jamban yang layak.
“Hari ini kita melaksanakan verifikasi ODF di Desa Amboyo Inti. ODF ini sangat penting karena kita ingin memastikan masyarakat tidak lagi buang air besar sembarangan. Setiap rumah harus memiliki jamban,” ujarnya.
Menurut Yuliana, Kabupaten Landak masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar dalam mewujudkan seluruh desa berstatus ODF. Dari total 156 desa di Kabupaten Landak, baru 24 desa yang telah dinyatakan ODF.
“Masih banyak yang harus kita selesaikan. Tantangannya bukan hanya dari sisi penganggaran, tetapi juga kemauan masyarakat untuk membangun jamban dan mengubah kebiasaan yang sudah berlangsung lama,” katanya.
Ia berharap pembangunan rumah baru ke depan sudah disertai fasilitas kamar mandi dan jamban yang memadai sehingga perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan sejak awal.
Yuliana menambahkan, penerapan ODF juga menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan seperti diare, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang memicu peningkatan sejumlah penyakit.
“Saat ini kita melihat beberapa penyakit mulai meningkat seperti DBD, chikungunya, diare, hingga ISPA. Dengan ODF, masyarakat diharapkan semakin peduli menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Desa Amboyo Inti, Sugito, menyatakan pemerintah desa berkomitmen mendukung penuh upaya mewujudkan status ODF di wilayahnya.
Ia mengajak seluruh kepala dusun dan masyarakat untuk bersama-sama menjalankan komitmen tersebut meskipun membutuhkan kerja keras.
“Ini menjadi tugas kita bersama. Memang pekerjaannya tidak ringan, tetapi sebagai pelayan masyarakat kita harus tetap semangat dan lebih mengutamakan kepentingan umum agar Desa Amboyo Inti benar-benar bebas dari perilaku buang air besar sembarangan,” tuturnya.

















