banner 468x60
Pontianak

Semangat Kemerdekaan Warga Pontianak Jadi Energi untuk Membangun Kota

×

Semangat Kemerdekaan Warga Pontianak Jadi Energi untuk Membangun Kota

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pontianak tak sekadar berlangsung dalam upacara bendera. Di tengah cuaca kemarau dan kabut asap, antusiasme warga tetap terasa melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan upacara pengibaran bendera di Stadion PSP Pontianak berlangsung lancar dan khidmat. Semangat masyarakat dalam merayakan kemerdekaan juga terlihat dari berbagai kegiatan, mulai dari jalan sehat hingga perlombaan yang melibatkan anak-anak hingga lanjut usia.

“Upacara bendera tadi pagi berjalan lancar. Antusias masyarakat Kota Pontianak dalam menyambut Hari Kemerdekaan juga cukup tinggi, dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, permainan, perlombaan, dari lansia sampai anak-anak,” ujarnya usai apel 17 Agustus, Senin (17/8/2026).

Menurut Edi, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan masih menjadi ruang untuk membangun kegembiraan sekaligus mempererat hubungan sosial.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT RI sebagai kesempatan memperkuat silaturahmi, kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun Pontianak, Kalimantan Barat, hingga Indonesia.

“Mari kita jadikan momentum 17 Agustus ini sebagai sarana untuk saling memperkuat tali silaturahmi, kebersamaan, serta kolaborasi dalam membangun kota, provinsi, dan Indonesia,” katanya.

Edi juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial yang terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

“Silakan masyarakat, lingkungan mana pun, menyelenggarakan kegiatan. Kita lihat antusias masyarakat luar biasa, ini bentuk hal positif dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan kegiatan serupa juga digelar di lingkungan tempat tinggalnya, seperti jalan sehat dan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak maupun orang tua.

Bagi Edi, kegiatan-kegiatan sederhana di tingkat lingkungan memiliki arti penting karena menjadi ruang perjumpaan warga sekaligus memperkuat solidaritas sosial.

Ia berharap semangat yang muncul dalam perayaan HUT RI tidak berhenti pada seremoni. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi energi bagi masyarakat untuk menjaga persatuan, menaati aturan, bergotong royong, dan mengambil bagian dalam pembangunan.

“Harapan-harapan baik ini menjadi semangat untuk pembangunan ke depan,” pungkasnya.