Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kebakaran melanda kawasan pertokoan di Jalan Barito, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026) dini hari.
Sebanyak 18 unit ruko terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 02.15 WIB.
Api diduga pertama kali muncul dari area kios penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran yang berada di samping Ruko Wahana Ponsel.
“Informasi sementara dari saksi, titik awal api berada di sekitar kios penjualan BBM eceran di samping Ruko Wahana Ponsel. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” kata Inayatun.
Salah satu saksi, Carson, yang berada di lantai dua Ruko Wahana Ponsel, mengaku mendengar suara ledakan dari arah luar bangunan.
Saat keluar untuk mengecek, dia melihat kios BBM eceran di samping ruko sudah terbakar.
Carson kemudian berteriak meminta pertolongan. Saat kejadian, terdapat empat orang di dalam Ruko Wahana Ponsel.
Saksi lainnya, Adriansyah alias Iyan, mengaku awalnya mencium bau asap saat berada di depan kios.
Dia kemudian mengecek bagian belakang pondok dan melihat kobaran api sudah membesar.
Dia lalu meminta bantuan warga di sekitar kawasan Waterfront Jalan Barito. Polisi juga mendalami kondisi bangunan semi permanen yang berada di belakang kios BBM tersebut.

Bangunan itu terbuat dari dinding kayu dan beratapkan seng serta digunakan untuk menyimpan peralatan jualan.
Di dalam bangunan tersebut terdapat satu unit kulkas yang sumber listriknya berasal dari kios BBM eceran.
Berdasarkan keterangan saksi Aang Arya, instalasi listrik di kios BBM eceran tersebut diduga menggunakan sambungan langsung tanpa meteran listrik.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan korsleting atau sambungan listrik tersebut sebagai penyebab kebakaran.
“Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut terhadap lokasi kejadian, instalasi listrik, dan sumber api untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujarnya.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. Proses pemadaman melibatkan petugas pemadam kebakaran swasta dan pemadam kebakaran Kota Pontianak.
Dari 18 ruko yang terdampak, polisi sejauh ini baru berhasil mengidentifikasi 13 unit. Lima unit lainnya belum diketahui pemilik atau penyewanya karena dalam kondisi kosong dan pemilik maupun penyewa belum berada di lokasi.
Beberapa pemilik ruko yang telah teridentifikasi antara lain Rudi Mindarwi, pemilik dua unit ruko yang digunakan sebagai Toko Wahana Ponsel; Hari Yusman, pemilik ruko yang digunakan sebagai Rumah Makan Barito; Mulia Putra Liman, pemilik ruko yang digunakan sebagai tempat tinggal; Frangki Efendi, pemilik enam unit ruko yang digunakan sebagai gudang; serta PT Surya Abadi Persada yang memiliki gudang nomor 12A atas nama Suryadi.
“Untuk kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan belum dapat ditaksir,” jelasnya.
Dalam kebakaran tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka.
Polisi kini masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi sekaligus mendata bangunan, pemilik atau penyewa, serta barang-barang yang terdampak.
Penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran yang mengakibatkan belasan ruko di kawasan Jalan Barito tersebut terdampak.












