banner 468x60
INFO MEMPAWAH

Fiskal Terbatas, Mempawah Tetap Bidik Pertumbuhan Ekonomi dan Percepatan Pembangunan 2027

×

Fiskal Terbatas, Mempawah Tetap Bidik Pertumbuhan Ekonomi dan Percepatan Pembangunan 2027

Sebarkan artikel ini

MEMPAWAH — Pemerintah Kabupaten Mempawah menghadapi tantangan fiskal dalam menyusun arah pembangunan 2027. Di tengah keterbatasan anggaran dan penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap dituntut menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Mempawah Erlina saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mempawah Tahun 2027 di Aula Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Kamis (16/4/2026).

Erlina mengatakan, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Karena itu, diperlukan perencanaan yang lebih terarah serta kolaborasi lintas sektor agar anggaran yang tersedia dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

Menurutnya, arah pembangunan Mempawah pada 2027 harus tetap selaras dengan kebijakan nasional dalam visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045” yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029.

Ada empat fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah, serta pembenahan tata kelola pemerintahan.

“Pembangunan Kabupaten Mempawah tahun 2027 diarahkan pada penguatan kualitas SDM, percepatan infrastruktur, penguatan ekonomi berbasis potensi unggulan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan,” ujar Erlina.

Optimisme tersebut ditopang capaian ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah tercatat mencapai 8,24 persen dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Barat.

Namun, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan pertumbuhan tersebut berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah target makro ekonomi dan sosial telah disiapkan untuk 2026. Pemerintah menargetkan IPM meningkat menjadi 70,82, tingkat kemiskinan turun menjadi 4,77 persen, tingkat pengangguran terbuka ditekan hingga 6,42 persen, serta pendapatan per kapita mencapai Rp47,6 juta.

Di sisi lain, dukungan pemerintah provinsi turut membuka ruang bagi percepatan pembangunan. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari 100 liter per detik menjadi 200 liter per detik.

Dukungan lainnya mencakup rehabilitasi sarana olahraga dan pembangunan infrastruktur jalan. Di bidang pendidikan, Mempawah juga mendapatkan program pembangunan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Erlina menilai berbagai dukungan tersebut perlu dipadukan dengan perencanaan daerah agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Melalui Musrenbang ini, saya berharap terbangun kesamaan persepsi serta lahir masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.

Musrenbang RKPD 2027 turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, jajaran perangkat daerah Pemprov Kalbar, Forkopimda Kabupaten Mempawah, kepala OPD, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.