banner 468x60
Pontianak

Pemkot Pontianak Siapkan 1.000 Ton Air Tawar dan Diskon 30 Persen Hadapi Krisis Air

×

Pemkot Pontianak Siapkan 1.000 Ton Air Tawar dan Diskon 30 Persen Hadapi Krisis Air

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan dua langkah cepat untuk menghadapi krisis air bersih akibat kemarau panjang dan meningkatnya kadar garam pada air baku Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.

Dua kebijakan tersebut yakni menyalurkan sekitar 1.000 ton air tawar bersih setiap hari ke titik-titik distribusi serta memberikan diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa selama dua bulan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, setiap kelurahan dan kecamatan diarahkan menyiapkan penampungan air berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter. Penampungan tersebut menjadi titik pengambilan air bagi masyarakat yang membutuhkan.

Air yang disalurkan merupakan air tawar bersih yang telah diolah Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Meski layak diminum, masyarakat tetap diminta memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

“Layak diminum, tapi sebaiknya dimasak dulu,” kata Edi, Senin (14/9/2026).

Menurut Edi, pasokan air tawar saat ini relatif memadai seiring lancarnya operasional IPA 3 di Booster Imam Bonjol. Sekitar 1.000 ton air tawar diproduksi setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.

Distribusi dilakukan ke 29 kelurahan dan kecamatan, serta sejumlah lokasi publik. Masjid yang memiliki bak penampungan air juga akan dilibatkan sebagai titik distribusi.

Edi mengatakan, lokasi penyaluran akan terus diperbarui sesuai kondisi di lapangan sehingga masyarakat dapat mengetahui titik pengambilan air terdekat.

“Ini akan terus kita update selalu,” ujarnya.

Diskon 30 Persen Dua Bulan

Selain distribusi air bersih, Pemkot Pontianak memberikan diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa selama dua bulan, mulai September 2026.

Edi mengatakan, pemberian diskon tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak penurunan kualitas air baku.

Besaran diskon akan dihitung berdasarkan pemakaian pelanggan pada akhir bulan berjalan dan direalisasikan pada tagihan bulan berikutnya.

“Nanti akan kita hitung di akhir bulan. Untuk bulan September, dihitung pada Oktober,” jelasnya.

Datangkan Air dari Terentang

Untuk memperkuat pasokan, Pemkot Pontianak juga mendatangkan air baku tawar dari wilayah Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Tiga tongkang disiapkan untuk mengangkut air dari sumber yang tidak terdampak intrusi air laut.

Air tersebut nantinya dipasok terutama untuk memenuhi kebutuhan IPA Nipah Kuning, IPA Parit Mayor, dan Selat Panjang sebelum didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

“Di sana ada sumber air tawar yang akan kita bawa terutama ke IPA Nipah Kuning, IPA Parit Mayor dan Selat Panjang. Nantinya akan didistribusikan di wilayah tersebut,” katanya.

Perkuat Infrastruktur Air Baku

Dalam jangka menengah, Edi meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas untuk mempercepat penanganan infrastruktur air baku.

Salah satunya terkait pipa distribusi dari Penepat menuju Pontianak serta perbaikan sejumlah instalasi pendukung, termasuk rumah pompa dan pintu air.

“Saya sudah memerintahkan Dinas PU dan PDAM terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas yang bertanggung jawab terhadap air baku,” katanya.

Menurut Edi, sejumlah pekerjaan telah dianggarkan dan berjalan. Namun, percepatan tetap diperlukan agar sistem penyediaan air baku dapat berfungsi lebih optimal.

Untuk jangka panjang, Pemkot Pontianak mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Pusat memperluas jaringan pipa hingga kawasan Biyung, Kubu Raya, serta mengkaji pembangunan bendung karet di kawasan Penepat.

Bendung tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi menghadapi kemarau panjang dengan tetap memperhatikan aktivitas transportasi sungai.

“Jangka panjangnya kita minta dikaji bendung karet di Selat Parit Penepat. Kalau terjadi kemarau sangat panjang, bisa ditutup atau dibendung, tetapi tetap memperhatikan lalu lintas angkutan sungai,” jelas Edi.

Ia berharap distribusi air bersih dan pemberian diskon dapat menjadi solusi cepat bagi masyarakat. Sementara penguatan infrastruktur diharapkan menjadi solusi jangka menengah dan panjang agar persoalan krisis air baku tidak berulang setiap musim kemarau.

“Ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.