KETAPANG – Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia Raja Juli Antoni turun langsung ke Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan optimal.
Raja Juli datang ke Ketapang pada Selasa (8/9/2026) dan meninjau langsung kondisi penanganan karhutla sekaligus berdialog dengan petugas yang berada di lapangan.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan dan masyarakat dalam menangani karhutla yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.
Dalam kunjungannya, Raja Juli juga mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petugas dalam memadamkan kebakaran.
Hotspot turun dari 85 menjadi 13 titik
Raja Juli mengatakan jumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Ketapang mengalami penurunan signifikan.
Menurut dia, pada hari sebelumnya tercatat sebanyak 85 hotspot. Sementara pada Selasa, jumlahnya turun menjadi 13 hotspot.
“Ketapang masih yang paling tinggi, hari ini 13 titik api atau hotspot, tetapi luar biasa penurunannya dibandingkan kemarin yang mencapai 85 titik,” kata Raja Juli.
Meski mengalami penurunan, dia mengatakan pemadaman masih menghadapi tantangan, terutama di kawasan lahan gambut.
Api di lahan gambut, kata dia, dapat kembali muncul dan merembet ke lokasi lain sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Tidak mudah melakukan pemadaman karena di lahan gambut teman-teman mengalami kesulitan. Api bisa muncul kembali dan merembet ke lokasi lain,” ujarnya.
Raja Juli juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di Ketapang.
Dia menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang kembali diintensifkan pada 4-8 September 2026 turut membantu munculnya hujan di sejumlah wilayah.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Ketapang, jajaran TNI-Polri, serta tentu saja Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api,” katanya.
Minta masyarakat dan perusahaan tidak membakar lahan
Raja Juli mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan risiko kebakaran yang masih tinggi.
“Saya mengimbau kepada masyarakat, baik petani biasa maupun korporasi, untuk tidak membakar lahan dan tidak memanfaatkan momentum El Nino ini untuk melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Pemkab Ketapang minta dukungan water bombing
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi kedatangan Menteri Kehutanan ke Ketapang dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla.
Alexander mengatakan Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha dan masyarakat telah bekerja selama lebih dari dua bulan untuk mengendalikan kebakaran.
“Selama lebih dari dua bulan, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat telah berjuang bahu-membahu menahan laju kebakaran yang terus berkembang,” kata Alexander.
Menurut dia, penanganan karhutla di Ketapang menghadapi sejumlah kendala, antara lain karakteristik lahan gambut yang dalam, keterbatasan sumber air, serta lokasi kebakaran di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau.
Karena itu, Pemkab Ketapang berharap dukungan pemerintah pusat diperkuat melalui operasi water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca.
“Kami memandang dukungan water bombing sangat penting, terutama di kawasan bertanah mineral yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca juga sangat membantu dalam mempercepat pemulihan situasi di tengah kondisi cuaca yang masih kering,” ujarnya.
Alexander berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan dan masyarakat terus diperkuat hingga seluruh titik api dapat ditangani.
Pemerintah Kabupaten Ketapang juga berharap hujan kembali turun untuk membantu pemadaman titik api yang masih tersisa serta memperbaiki kondisi udara akibat karhutla.

















