banner 468x60
Info Ketapang

Bupati Ketapang Dorong Digitalisasi Pembelajaran dan Peningkatan Kompetensi Guru

×

Bupati Ketapang Dorong Digitalisasi Pembelajaran dan Peningkatan Kompetensi Guru

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar serta peningkatan kompetensi guru untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Hal itu disampaikan Alexander saat membuka kegiatan sekaligus menyerahkan bantuan digitalisasi pembelajaran Tahun 2026 secara simbolis di SD Negeri 10 Matan Hilir Selatan, Jalan Rahadi Ismail, Desa Sungai Pelang, Selasa (20/10/2026).

Alexander mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta penanaman akhlak dan adab generasi muda juga menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan daerah.

Menurut dia, sektor pendidikan di Kabupaten Ketapang masih perlu terus ditingkatkan, terutama jika dilihat dari dimensi pendidikan dalam indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak.

“Jangan sampai ada anak-anak Ketapang yang putus sekolah hanya karena tidak mampu membeli buku atau seragam. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap bisa bersekolah,” kata Alexander.

Sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Ketapang menjalankan kebijakan bantuan buku tulis dan seragam sekolah gratis bagi peserta didik tingkat SD hingga SMP.

Alexander meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang memastikan pelaksanaan program tersebut tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Guru diminta kuasai teknologi

Selain pemerataan akses pendidikan, Alexander menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Ia menyambut bantuan digitalisasi pembelajaran dari pemerintah pusat dan berharap fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal oleh para guru untuk memperluas akses pengetahuan serta mengembangkan metode belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut Alexander, digitalisasi pendidikan harus diikuti peningkatan kemampuan tenaga pendidik dalam menguasai teknologi informasi. Guru dituntut terus belajar dan beradaptasi agar dapat memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“Pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada fisik. Kita harus membangun manusianya, meningkatkan kualitas guru, dan memastikan anak-anak kita memperoleh pendidikan yang baik,” ujarnya.

Alexander juga meminta Dinas Pendidikan aktif memantau kondisi sekolah di lapangan. Pemetaan diperlukan untuk mengetahui berbagai persoalan pendidikan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga kebutuhan tenaga pendidik.

Ia turut menekankan pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan, dedikasi, dan pengabdian guru, termasuk mereka yang bertugas di wilayah terpencil.

Sekolah diminta berikan pelayanan tanpa diskriminasi

Dalam kesempatan tersebut, Alexander mengajak para guru berperan aktif mencerdaskan masyarakat dengan menyampaikan informasi yang benar serta memberikan teladan positif kepada peserta didik.

Ia juga mengingatkan agar sekolah dan institusi pendidikan menjaga netralitas serta memberikan pelayanan pendidikan tanpa diskriminasi.

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap bantuan digitalisasi pembelajaran Tahun 2026 dapat memperluas pemanfaatan teknologi di sekolah, meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, dan mendukung terciptanya generasi yang cerdas, berkarakter, unggul, serta berdaya saing.

Peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri.