KETAPANG – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendorong kemajuan daerah. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam harus diimbangi dengan generasi muda yang berpendidikan, berkarakter, dan mampu bersaing.
Hal tersebut disampaikan Alexander saat membuka peringatan Lustrum IX atau 45 tahun SMA Pangudi Luhur (PL) Santo Yohanes Ketapang di kampus sekolah tersebut, Jumat (16/10/2026).
Dalam sambutannya, Alexander yang merupakan alumni SMA PL Santo Yohanes mengatakan, pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Ia pun mengajak para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, dan terus berupaya meraih pendidikan setinggi mungkin.
Bupati juga menekankan pentingnya mendorong wajib belajar 12 tahun agar semakin banyak generasi muda di Kabupaten Ketapang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik.
Menurut Alexander, kemajuan daerah tidak cukup hanya ditopang oleh kekayaan sumber daya alam. Daerah juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki karakter kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan.
Apresiasi pengabdian sekolah selama 45 tahun
Sebagai alumni, Alexander menyampaikan apresiasi kepada para bruder, kepala sekolah, guru, dan seluruh keluarga besar SMA PL Santo Yohanes Ketapang yang telah berkontribusi dalam mendidik generasi bangsa selama 45 tahun.
Ia berharap SMA PL Santo Yohanes terus berkembang dan melahirkan alumni yang berprestasi, memiliki integritas, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Alexander juga menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mendukung kegiatan positif dalam rangkaian perayaan Lustrum IX.
Dukungan tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk dalam kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Serahkan bantuan Rp 10 juta
Dalam kesempatan tersebut, Alexander menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp 10 juta sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap almamaternya.
Pembukaan peringatan Lustrum IX ditandai dengan pemukulan gong sebanyak sembilan kali oleh Bupati Ketapang.
Alexander berharap perayaan 45 tahun SMA PL Santo Yohanes tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sekolah, tetapi juga menjadi penyemangat untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan harus tercermin dari lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Alumni yang hebat bukan hanya membanggakan keluarga dan almamater, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” demikian pesan Alexander dalam perayaan tersebut.

















