banner 468x60
Aksara Landak

Satgas Pangan Landak dan Bulog Sidak Pasar Ngabang, Stok Beras dan Minyakita Dipastikan Aman

×

Satgas Pangan Landak dan Bulog Sidak Pasar Ngabang, Stok Beras dan Minyakita Dipastikan Aman

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Tim Satgas Pangan Kabupaten Landak bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang dan distributor di kawasan Pasar Rakyat Ngabang, Kabupaten Landak, Jumat (6/11/2026).

Sidak yang turut diikuti perwakilan Diskumindag Landak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Landak, termasuk personel Polres Landak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau perkembangan harga bahan pokok, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan minyak goreng Minyakita.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Landak, John Hetli, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah distributor menunjukkan kondisi stok dan harga masih terkendali.

“Untuk sekarang aman, tidak ada kendala. Ini berkat kerja sama antara Bulog, Pemerintah Kabupaten Landak, dan para distributor,” ujar John.

Ia juga mengapresiasi kebijakan Bulog yang mengalihkan lokasi pengambilan stok bagi distributor di Kabupaten Landak, dari sebelumnya di Pontianak menjadi melalui Kantor Cabang Bulog Sanggau.

Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak positif karena dapat menekan biaya transportasi dan mempermudah distributor dalam memperoleh pasokan barang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Landak, tentu kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog atas kemudahan yang diberikan kepada para distributor,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalimantan Barat, Rasiwan, mengatakan sidak dilakukan bersama pemerintah daerah, dinas terkait, Satgas Pangan, dan kepolisian untuk memastikan kondisi pasokan serta harga kebutuhan pokok di pasaran.

Berdasarkan hasil pemantauan, ia memastikan ketersediaan beras dan bahan pangan lainnya di Kabupaten Landak dalam kondisi mencukupi, sementara harga relatif stabil.

Rasiwan menyebutkan, saat ini Bulog Kalimantan Barat menguasai stok beras sekitar 12.000 ton. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah dengan adanya pasokan dari luar Kalimantan Barat.

Bahkan, sekitar 19.000 ton beras tambahan direncanakan masuk untuk memperkuat cadangan pangan hingga akhir tahun 2026, awal 2027, dan menjelang Ramadan pada Februari mendatang.

“Kami pastikan kepada seluruh masyarakat, khususnya di Landak, bahwa stok cadangan pangan yang ada di Bulog Kalimantan Barat sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rasiwan menjelaskan pengalihan lokasi pengambilan stok distributor Landak ke Kantor Cabang Bulog Sanggau merupakan langkah efisiensi distribusi.

Selama ini, distributor di Landak harus mengambil pasokan dari Pontianak dengan waktu tempuh hampir lima jam. Sementara melalui Sanggau, perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga dua jam.

Dengan jarak yang lebih dekat, biaya transportasi dan waktu pengambilan barang diharapkan dapat ditekan sehingga distribusi menjadi lebih efisien.

Bulog berharap kebijakan tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha distributor sekaligus memastikan harga jual beras SPHP dan Minyakita tetap sesuai ketentuan.

Melalui sidak tersebut, pemerintah daerah bersama Bulog berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar kebutuhan masyarakat Kabupaten Landak tetap terpenuhi.