Aksaraloka.com, PONTIANAK – Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang warga yang dilaporkan hilang saat melintasi kawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Rabu (5/8/2026) pagi, meski mengalami kelelahan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, Made Junetra, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas Damkar BPBD Kabupaten Ketapang, Karyadi, pada Selasa (4/8/2026) pukul 23.00 WIB terkait seorang warga yang belum kembali setelah melintasi kawasan terdampak karhutla.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Pontianak mengerahkan satu tim Rescue Pos SAR Ketapang pada pukul 23.18 WIB menggunakan kendaraan rescue menuju lokasi kejadian.
Tim dibekali peralatan evakuasi, medis, navigasi, komunikasi, serta Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk mendukung operasi pencarian di kawasan yang dipenuhi asap.
Made menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika sejumlah warga yang melintas di jalan Desa Sungai Pelang terjebak asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan.
Mereka menghentikan perjalanan dan menunggu hingga jarak pandang membaik.
Setelah kondisi dinilai lebih aman, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dan berkumpul di lokasi yang telah ditentukan.
Namun, saat dilakukan pengecekan, seorang warga diketahui belum bergabung.
Upaya pencarian secara mandiri tidak membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Ketapang yang kemudian meminta bantuan Kantor SAR Pontianak.
Tim SAR melakukan pencarian sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.
Korban bernama Daryono Hadi (60), warga Desa Sengkaharak, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, akhirnya ditemukan pada pukul 06.15 WIB dalam keadaan selamat di koordinat 1°53’12.83″S – 110°7’11.93″E atau sekitar 257 meter di sebelah timur lokasi kejadian.
“Korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun kondisinya lemah. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Sungai Pelang untuk mendapatkan penanganan kesehatan,” ujar Made Junetra.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 07.05 WIB. Seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.












