banner 468x60
Hukum dan Kriminal

Sekuriti RS Ungkap Kronologi Pod Getar di Kecelakaan Sekretaris PSI Kalbar

×

Sekuriti RS Ungkap Kronologi Pod Getar di Kecelakaan Sekretaris PSI Kalbar

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Koordinator Sekuriti RS Mitra Medika Pontianak, Fery Ferdianto, mengungkap kronologi temuan benda yang disebut sebagai pod getar dalam kecelakaan yang melibatkan Sekretaris DPW PSI Kalimantan Barat (Kalbar) Eddo Susanto.

Fery mengaku berada di lokasi ketika kecelakaan terjadi di Jalan Sultan Abdurrahman, tepat di depan RS Mitra Medika, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 08.35 WIB.

Saat itu, Fery mendapat permintaan untuk membantu mengevakuasi pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan.

“Pas saya dikontak, saya diminta bantuan untuk evakuasi pemotor ini. Saya kejar ke depan, kondisi pemotor ini memang sudah berdarah-darah,” kata Fery, Senin (31/8/2026).

Fery mengatakan fokus petugas saat itu tertuju kepada korban yang membutuhkan pertolongan.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan bed pasien menuju IGD RS Mitra Medika.

Setelah korban dibawa ke IGD, Fery kembali ke lokasi kecelakaan untuk membantu mengamankan situasi.

Saat kondisi masih ramai, Fery melihat seorang pria yang disebutnya sebagai Mr X mengangkat sebuah benda berbentuk pod.

“Salah satu orang itu (Mr X) mengangkat sebuah pod. Yang saat itu dinyatakan dia, bahwa pemiliknya yang bawa mobil ini,” ujarnya.

Fery mengaku tidak mengetahui benda tersebut. Dia bahkan baru mengenal istilah pod getar setelah kasus itu ramai diberitakan.

“Saya ini kan nggak paham. Saya memang nggak pernah kenal barang itu. Baru tahu di berita-berita saja,” katanya.

Fery kemudian menanyakan kepada Mr X mengenai asal benda tersebut. Menurut Fery, Mr X mengaku pod itu berasal dari mobil yang dikendarai Eddo.

“Nah, kalau bisa benda ini dikasih ke petugas Lantas, saya bilang ke Mr X. Biar lebih aman karena ini kejadian di depan rumah sakit. Jangan sampai nanti ada barang hilang, mereka bertanya ke kami. Antisipasinya seperti itu,” jelas Fery.

Fery kemudian menerima pod tersebut dari Mr X. Dia sempat memotret benda itu sebelum melapor kepada petugas lalu lintas.

Namun, sebelum polisi datang, pod tersebut kembali diambil oleh Mr X.

“Saya ambillah pod itu. Jadi pada saat sudah saya foto pod itu, saya lapor ke Lantas. Mr X ambil lagi pod itu dari saya,” tuturnya.

Fery kemudian masuk kembali ke rumah sakit sembari menunggu petugas kepolisian datang.

Setelah petugas Lantas tiba, Fery mencari Mr X untuk menyerahkan pod tersebut. Namun, pria itu tidak berada di depan rumah sakit.

Berdasarkan informasi anggota sekuriti, Mr X disebut masuk ke toilet.

“Saya bercari si Mr X tadi ini. Cari di depan nggak ada. Laporan anggota saya di depan dia ke WC. Ke WC lah saya. Bercari. Mau dobrak WC nih takut ada orang lain,” ungkapnya.

Fery kemudian dibantu sopir ambulans yang mengenali Mr X. Setelah namanya dipanggil, pria tersebut keluar dari toilet.

Pod yang sebelumnya kembali dipegang Mr X lalu diserahkan kepada Fery. Benda tersebut kemudian langsung diberikan kepada petugas Lantas yang masih berada di IGD.

“Serah terimalah pod ini dari dia ke saya. Langsung saya serahkan ke pihak Lantas yang masih di UGD,” katanya.

Mr X Sebut Pod dari Mobil Eddo

Persoalan pod kemudian berkembang ketika pihak Eddo dan korban kecelakaan berkumpul di rumah sakit untuk membahas penyelesaian kecelakaan.

Menurut Fery, Mr X turut berada dalam pertemuan tersebut.

Saat itu, terjadi perdebatan setelah Mr X menyebut pod yang ditemukan berkaitan dengan Eddo.

“Karena Mr X merasa menemukan pod itu di mobil Eddo, dia menyalahkan Eddo bahwa Eddo bawa mobil dalam keadaan menggunakan pod ini. Dugaan-dugaan itu yang disampaikannya,” ujar Fery.

Keluarga Eddo disebut membantah tudingan tersebut.

“Keluarga Eddo bilang ke Mr X, kau jangan sampai timbul fitnah dan jangan ada asumsi seperti itu. Pod itu bukan milik Eddo,” ungkapnya.

Fery mengatakan Mr X tetap bersikeras dengan keterangannya. Pria itu bahkan mengaku memiliki video terkait penemuan pod tersebut.

“Itu pod dapat dari mobil kok, aku ada videonya. Kata Mr X,” ucap Fery menirukan perkataan pria tersebut.

Perdebatan kemudian semakin memanas. Fery mengaku berusaha melerai.

Mr X selanjutnya berbicara dengan keluarga korban di depan rumah sakit. Fery mengaku tidak mengetahui secara pasti isi pembicaraan tersebut.

Namun, menurut Fery, Mr X diduga menyampaikan tudingan bahwa korban ditabrak oleh pengemudi mobil yang menggunakan pod.

Situasi kembali memanas ketika Mr X berteriak dan menyampaikan tudingan bahwa Eddo menggunakan pod tersebut.

Petugas Lantas yang berada di lokasi kemudian mencoba meminta identitas Mr X.

“Pihak Lantas kan tak tahu. Jadi, pelan-pelan mulai pihak Lantas coba untuk meminta identitas Mr X. Tapi dia tak mau,” kata Fery.

Fery mengaku sebelumnya Mr X sempat menyatakan kepadanya bersedia menjadi saksi.

“Dia berbicara dengan saya, saya siap jadi saksi, Bang. Biar aku yang pegang,” ujar Fery menirukan ucapan Mr X.

Namun, saat petugas Lantas meminta kartu identitas, Mr X disebut menolak.

“Aku tak mau. Kenapa? Aku tak mau,” kata Fery menirukan jawaban Mr X.

Pria tersebut kemudian meninggalkan lokasi sambil berteriak di depan rumah sakit.

Sekitar satu hingga dua jam setelah kejadian, menurut Fery, muncul video yang memperlihatkan Mr X. Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

Setelah video viral, Fery mengatakan pihaknya didatangi petugas Lantas dan Satresnarkoba Polresta Pontianak.

Fery bersama anggota sekuriti yang membantu evakuasi korban dimintai keterangan terkait keberadaan pod tersebut.

“Setelah video itu viral di media sosial, kami didatangi oleh pihak Lantas dan Sat Narkoba Polresta Pontianak. Kami diinterogasi. Membahas masalah pod ini,” katanya.

Fery menegaskan keterangan yang diberikan kepada polisi sama dengan kronologi yang dia sampaikan.

“Karena memang dari saya yang menyerahkan ke Lantas. Saya tangan kedua setelah terima dari Mr X,” jelasnya.

Namun, Fery juga menegaskan anggota sekuriti yang berada di lokasi tidak melihat secara langsung Mr X mengambil pod dari dalam mobil Eddo.

“Anggota saya tidak melihat Mr X mengambil dari dalam mobil itu. Tapi pengakuan Mr X dari dalam mobil itu,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut Fery, informasi bahwa pod tersebut berasal dari mobil Eddo merupakan pengakuan Mr X yang disampaikan saat kejadian.

Eddo Mengaku Fokus Urus Korban

Sementara itu, Eddo mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya kegaduhan antara keluarganya dan Mr X terkait pod tersebut.

“Mungkin itu dengan keluarga saya (urusannya). Saya saat itu fokus urus korban di IGD,” kata Eddo.

Kecelakaan tersebut melibatkan Toyota Vellfire KB 1450 OT yang dikemudikan Eddo dan sepeda motor Honda KB 5318 XC yang dikendarai Budi Hartono dengan membonceng Sellyn.

Berdasarkan pemeriksaan awal dan rekaman CCTV, polisi menduga sepeda motor melaju lebih pelan ketika hendak berbelok ke kanan menuju RS Mitra Medika.

Jarak kedua kendaraan yang terlalu dekat diduga membuat Toyota Vellfire menabrak bagian belakang sepeda motor.

Terkait asal-usul dan kepemilikan pod yang ditemukan dalam rangkaian kejadian tersebut, penyelidikan polisi masih menjadi bagian penting untuk mengungkap fakta sebenarnya.