banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Gubernur Ria Norsan Dorong Baznas Kalbar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

×

Gubernur Ria Norsan Dorong Baznas Kalbar Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalbar berperan lebih strategis sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat.

Harapan tersebut disampaikannya saat melantik jajaran pimpinan Baznas Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (9/1/2026).

Ria Norsan menegaskan, pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang besar dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan merupakan kekuatan besar untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan umat,” tegasnya.

Gubernur menekankan pentingnya kepemimpinan Baznas yang visioner, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia optimistis dominasi pengurus muda di Baznas Kalbar dapat menghadirkan inovasi dalam menghimpun dan mengelola potensi zakat secara lebih optimal.

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme guna memperkuat kepercayaan publik, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu perhatian utama Gubernur adalah optimalisasi program payroll system zakat 2,5 persen bagi ASN Muslim di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah diluncurkan sejak pertengahan 2025, namun dinilai belum berjalan maksimal.

Untuk itu, Pemprov Kalbar akan mengumpulkan seluruh bendahara OPD agar pemotongan zakat ASN Muslim dapat dilakukan secara langsung, sistematis, dan berkelanjutan. Dana zakat tersebut nantinya akan dikelola oleh Baznas untuk kepentingan umat.

Selain itu, Ria Norsan mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke daerah yang dinilai berhasil mengelola zakat secara produktif, seperti Kuching, Sarawak, Malaysia.

Ia mencontohkan pengelolaan zakat di Kuching yang mampu menghasilkan aset produktif, bahkan memiliki pusat perbelanjaan sendiri, dengan hasil yang dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

“Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana kesadaran masyarakatnya tinggi dan pengelolaan zakatnya maju serta terbuka,” ujarnya.

Menutup arahannya, Gubernur berharap program Baznas Kalbar selaras dengan kebijakan pembangunan daerah menuju Kalimantan Barat yang adil, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.