banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Safari Ramadan di Kubu Raya, Ria Norsan Tekankan Peningkatan IPM dan Penguatan Ekonomi Rakyat

×

Safari Ramadan di Kubu Raya, Ria Norsan Tekankan Peningkatan IPM dan Penguatan Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini

KUBU RAYA — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi Masjid Jami’ Al Hidayah, Desa Rasau Jaya II, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (26/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Menurut Norsan, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia. IPM menjadi indikator penting karena mencerminkan kualitas hidup masyarakat melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

“IPM Kalimantan Barat saat ini berada di angka 72,09. Meski sudah masuk kategori tinggi, kita masih berada pada urutan kelima di regional Kalimantan. Ini menjadi pekerjaan bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk terus meningkatkannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan IPM akan ditempuh melalui berbagai langkah strategis, di antaranya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan, termasuk penguatan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan potensi daerah. Selain itu, perbaikan layanan kesehatan dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit menjadi prioritas agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan berkualitas.

Di sektor ekonomi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong penguatan ekonomi rakyat melalui pengembangan UMKM, perikanan, pertanian, industri kreatif, serta sektor potensial lainnya.

Secara khusus, Norsan menyoroti besarnya potensi Kabupaten Kubu Raya di bidang kelautan dan perikanan. Wilayah pesisir dan perairan yang luas dinilai sebagai kekuatan ekonomi yang perlu dikelola secara terencana.

“Kita dorong hilirisasi produk perikanan, peningkatan kualitas SDM nelayan, serta perluasan akses pasar agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.

Selain itu, sektor pariwisata juga dinilai memiliki peluang besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru. Potensi wisata alam, wisata sungai, serta kekayaan budaya lokal perlu dikelola secara profesional dan dipromosikan secara luas guna membuka lapangan kerja.

Pengembangan kuliner khas berbasis hasil laut dan produk lokal, lanjutnya, juga akan diperkuat melalui dukungan terhadap UMKM, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga pemasaran digital.

Dalam bidang pendidikan dan kesehatan—dua indikator utama IPM—pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi serta tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Norsan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam mendorong peningkatan kesejahteraan serta IPM di Kalimantan Barat.