Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pontianak menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan CV Berkah Sappo Mandiri Pontianak, Senin (02/03/2026).
Kerja sama ini difokuskan untuk mendukung program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Penandatanganan tersebut turut disaksikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.
Program ini merupakan tindak lanjut dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya poin ke-8 tentang Kemandirian Pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Sebelumnya, pada 10 Februari 2026 telah dilakukan pencanangan tiang pertama pembangunan Griya Abhipraya “Kapuas”.
Kegiatan itu melibatkan Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Kepala Bapas Pontianak, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri, serta camat setempat sebagai bentuk komitmen bersama merealisasikan program tersebut.
Ke depan, kawasan Griya Abhipraya akan dilengkapi empat unit kandang ayam dengan metode close house rak colony.
Sistem modern ini dinilai lebih efektif menjaga stabilitas suhu dan kesehatan ternak, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Mashudi menegaskan bahwa pemasyarakatan memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan.
“Di pemasyarakatan ini potensi cukup luar biasa. Kalau kita tidak gunakan, jangan sampai ada lahan yang idle. Setiap aset harus produktif, setiap program harus menghasilkan manfaat nyata, tidak hanya bagi klien pemasyarakatan tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, berharap kolaborasi tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi dan masyarakat.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi sekaligus masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan pihaknya akan memanfaatkan lahan seluas 10.000 meter persegi sebagai kawasan pengembangan program kemandirian pangan yang terintegrasi dengan fungsi pembimbingan dan reintegrasi sosial.
Ia menegaskan, Griya Abhipraya tidak hanya menjadi pusat kegiatan produktif, tetapi juga sarana pembinaan yang berdampak langsung bagi klien pemasyarakatan.
“Griya Abhipraya harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi klien pemasyarakatan dan masyarakat sekitar,” tutup Jayanta.

















