banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Ria Norsan Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila, Perkuat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045

×

Ria Norsan Ajak Masyarakat Bumikan Pancasila, Perkuat Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat menegaskan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi utama mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (1/6/2026).

Dalam upacara yang dihadiri Wakil Gubernur Kalbar, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran ASN, tokoh masyarakat, serta para pelajar, Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan, melainkan ideologi hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Pancasila adalah pemersatu bangsa yang menjaga kita tetap kokoh di tengah keberagaman. Tugas kita hari ini bukan lagi memperdebatkannya, melainkan membumikan nilai-nilainya dalam gotong royong, keadilan sosial, dan menjaga toleransi antar sesama,” ujarnya.

Menurut Norsan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi bersama untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai dasar negara telah diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia menilai tantangan terbesar bangsa saat ini bukan pada pemahaman terhadap Pancasila, melainkan bagaimana menerjemahkan lima sila ke dalam tindakan konkret untuk menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kebangsaan yang terus berkembang.

“Pancasila itu hidup apabila dipraktikkan. Ketika kita membantu sesama tanpa memandang latar belakangnya, di situlah nilai kemanusiaan dan persatuan bekerja. Karena itu, mari kurangi perdebatan yang tidak produktif dan mulai menghadirkan aksi nyata dari lingkungan terdekat,” katanya.

Norsan juga menyoroti peran strategis generasi muda dalam menjaga ideologi bangsa di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme, hoaks, serta berbagai bentuk disinformasi yang berpotensi mengancam persatuan nasional.

Ia mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan optimisme demi memperkuat persaudaraan kebangsaan.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ideologi bangsa. Teknologi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian, persatuan, dan optimisme demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Norsan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Ia optimistis semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong yang menjadi ruh Pancasila mampu menjadi modal utama membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera pada 2045.

“Pancasila harus terus hidup dalam setiap kebijakan, perilaku, dan tindakan kita. Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman bersama, saya optimistis Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, berdaulat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.