banner 468x60
Pontianak

Listrik Padam Berhari-hari, Perumda Tirta Khatulistiwa: Distribusi Air Bersih Ikut Terdampak

×

Listrik Padam Berhari-hari, Perumda Tirta Khatulistiwa: Distribusi Air Bersih Ikut Terdampak

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Pemadaman listrik yang terjadi selama beberapa hari terakhir di Kota Pontianak mulai berdampak pada layanan air bersih.

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mengumumkan operasional seluruh area produksinya berpotensi mengalami kendala sehingga distribusi air kepada pelanggan ikut terdampak.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.

Dalam keterangannya, perusahaan menyebut gangguan dipicu penyesuaian pasokan listrik melalui pemadaman terjadwal yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

“Sehubungan dengan adanya penyesuaian pasokan listrik melalui pemadaman terjadwal oleh pihak terkait dalam beberapa hari terakhir, maka operasional pada seluruh area produksi kami berpotensi turut mengalami kendala pada kelancaran proses produksi air bersih,” tulis Perumda.

Perumda menyebut instalasi pengolahan air (IPA) yang berpotensi terdampak meliputi IPA I, II, III, IV, dan V Imam Bonjol, IPA Selat Panjang, IPA Parit Mayor, serta IPA Nipah Kuning.

Pelanggan diimbau menampung air secukupnya saat distribusi masih berjalan normal. Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak untuk kebutuhan penting selama proses pemulihan.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan agar menampung air secukupnya pada saat distribusi air mengalir normal. Mari kita gunakan air dengan bijak dan seperlunya untuk kebutuhan penting selama proses pemulihan berlangsung,” lanjut pengumuman tersebut.

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

Perusahaan memastikan terus berupaya memulihkan layanan agar distribusi air bersih kembali normal secepatnya.

Gangguan distribusi air ini menjadi dampak lanjutan dari pemadaman listrik yang terjadi berjam-jam di sejumlah wilayah Kalimantan Barat selama tiga hari terakhir.

Sebelumnya, pemadaman listrik juga dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha, hingga pelayanan publik.