banner 468x60
Lingkungan

Bau Asap Diduga dari Incinerator RSUD Soedarso Dikeluhkan Warga, Manajemen Janji Lakukan Evaluasi

×

Bau Asap Diduga dari Incinerator RSUD Soedarso Dikeluhkan Warga, Manajemen Janji Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK, Aksaraloka.com – Warga yang bermukim di sekitar RSUD Soedarso Pontianak mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari proses pembakaran limbah medis menggunakan incinerator.

Aroma tersebut disebut kerap tercium hingga ke kawasan permukiman, terutama saat arah angin mengarah ke rumah-rumah warga.

Salah seorang warga, Kurniawan, yang tinggal di RT 01 RW 12 Gang Sederhana, mengungkapkan bau menyengat memang tidak muncul setiap hari.

Namun, menurutnya, aroma tersebut akan terasa sangat kuat pada waktu-waktu tertentu ketika proses pembakaran limbah berlangsung.

“Memang tidak setiap hari, tetapi pada waktu-waktu tertentu saat ada pembakaran limbah, baunya sangat menyengat. Apalagi ketika angin mengarah ke rumah warga, aromanya sangat menusuk seperti bau obat-obatan bekas dibakar,” ujar Kurniawan, Kamis (5/8/2026).

Ia mengatakan, warga kerap menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi bau yang masuk ke dalam ruangan.

Meski demikian, aroma tersebut masih tetap tercium dan dinilai mengganggu kenyamanan.

“Kami biasanya langsung menutup pintu rumah karena hawanya sudah tidak enak. Harapannya ini bisa menjadi perhatian pihak RSUD Soedarso karena warga di sekitar cukup terdampak,” katanya.

Kurniawan berharap pihak rumah sakit melakukan evaluasi terhadap proses pengelolaan limbah medis agar tidak menimbulkan polusi udara yang berdampak pada masyarakat sekitar.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Soedarso Pontianak, Harry Agung Tjhayadi, mengatakan pihaknya akan segera mengecek kembali operasional incinerator yang digunakan untuk memusnahkan limbah medis.

“Nanti saya cek, karena belum lama ini sudah dilakukan perbaikan. Biasanya asap muncul saat pembakaran awal saja, setelah itu emisinya dalam kategori aman. Terima kasih atas informasinya,” ujar Harry.

Ia menjelaskan, secara teknis cerobong maupun mesin incinerator yang digunakan RSUD Soedarso telah memenuhi standar yang berlaku.

Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan observasi untuk memastikan proses pembakaran berjalan sesuai ketentuan.

“Kalau standar ketinggian cerobong dan mesin incinerator sudah memenuhi syarat. Nanti kami observasi lagi,” katanya.

Harry memastikan laporan masyarakat akan menjadi perhatian manajemen rumah sakit.

RSUD Soedarso, lanjutnya, akan melakukan evaluasi terhadap operasional incinerator guna memastikan proses pemusnahan limbah medis tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kenyamanan warga di sekitar rumah sakit.