banner 468x60
Kalimantan Barat

Wagub Kalbar Sebut Ekspor Alumina Kembali Normal, Soroti Sungai Kapuas hingga Pelabuhan Kijing

×

Wagub Kalbar Sebut Ekspor Alumina Kembali Normal, Soroti Sungai Kapuas hingga Pelabuhan Kijing

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus, menyambut kembali dibukanya ekspor komoditas alumina hydroxide dan alumina oxide melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak setelah sebelumnya sempat terkendala regulasi.

Menurutnya, kelancaran ekspor harus diikuti dengan percepatan penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur dan regulasi di Kalbar.

Hal itu disampaikan Krisantus usai menghadiri pelepasan ekspor komoditas alumina oleh Kepala Staf Kepresidenan di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jumat (7/8/2026).

“Ekspornya sudah lama berjalan, hanya kemarin sempat bermasalah karena regulasi. Alhamdulillah, Bapak-bapak dari Kantor Staf Presiden sudah mengoordinasikan sehingga sekarang ekspornya kembali dibuka,” kata Krisantus.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah membuka kembali jalur ekspor tersebut.

Namun, menurutnya masih ada sejumlah persoalan yang harus segera diselesaikan agar aktivitas ekspor semakin optimal.

Salah satunya adalah pendangkalan alur Sungai Kapuas di kawasan muara yang dinilai menghambat lalu lintas kapal.

“Kita minta birokrasi dipangkas agar pengerukan Sungai Kapuas bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Selain itu, Krisantus juga meminta dukungan pemerintah pusat agar Pelabuhan Kijing segera beroperasi penuh sebagai pelabuhan internasional.

Menurutnya, keberadaan Pelabuhan Kijing akan memperkuat aktivitas ekspor Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan daya saing logistik daerah.

Krisantus juga menyoroti persoalan pertambangan emas di Kalbar. Ia menilai hingga kini aktivitas tambang emas belum memberikan kontribusi optimal terhadap penerimaan negara maupun pendapatan asli daerah (PAD).

“Harus ada regulasi yang mengatur pertambangan emas dan perizinannya di Provinsi Kalimantan Barat sehingga memberikan manfaat bagi negara dan daerah,” katanya.

Terkait akses jalan menuju Pelabuhan Kijing, Krisantus optimistis pemerintah pusat akan menyiapkan infrastruktur pendukung seiring beroperasinya pelabuhan tersebut secara penuh.

“Saya tidak mau berandai-andai. Yang jelas ketika Pelabuhan Kijing sudah berfungsi 100 persen sebagai pelabuhan internasional, tentu pembangunan berikutnya akan menyusul,” tuturnya.