Aksaraloka.com, PONTIANAK – Bandara Internasional Supadio Pontianak memperkuat koordinasi keamanan penerbangan dengan menggelar Rapat Komite Keamanan Bandara (Airport Security Committee/ASC) kedua tahun 2026. Rapat tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait.
Rapat digelar di Ruang Rapat Khatulistiwa, Gedung Administrasi Bandara Supadio, Jumat (7/8/2026).
Sejumlah stakeholder hadir, di antaranya TNI AU Lanud Supadio, Otoritas Bandara, BINDA Kalimantan Barat, AirNav, kepolisian, Dishub Kalbar, Karantina, Imigrasi, Bea Cukai Pontianak, pemerintah daerah, hingga perwakilan maskapai.
Salah satu agenda yang dibahas yakni persiapan pelaksanaan Table Top Exercise dan Full Scale Exercise (PKD) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Latihan tersebut bertujuan menguji kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan kondisi darurat di lingkungan bandara.
Selain itu, rapat juga membahas aturan dan prosedur penerbangan drone atau pesawat tanpa awak.
Sosialisasi tersebut disampaikan Kolonel Pnb Kamto Adi Saputra dari Koopsud Lanud Supadio.
Pembahasan drone menjadi perhatian karena pengoperasian pesawat tanpa awak di kawasan bandara harus mengikuti ketentuan dan perizinan yang berlaku.
Hal itu berkaitan dengan keselamatan penerbangan, khususnya di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).
General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan penerbangan.
“Melalui Rapat Komite Keamanan Bandara ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh stakeholder memiliki kesiapan dan kesamaan langkah dalam mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan,” kata Maya.
Dia menegaskan kolaborasi antarlembaga diperlukan agar operasional penerbangan di Bandara Supadio tetap aman, tertib, dan lancar.
“Khususnya dalam menghadapi potensi ancaman modern seperti pengoperasian drone ilegal,” ujarnya.
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I juga memberikan apresiasi terhadap koordinasi antarinstansi dalam rapat tersebut.
Mereka mendukung pelaksanaan latihan kesiapsiagaan yang akan digelar pada September mendatang.
Dengan koordinasi tersebut, seluruh stakeholder diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan kondisi darurat di Bandara Internasional Supadio.











