MEMPAWAH – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengajak generasi muda untuk mengenal sejarah, mencintai budaya daerah, serta menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Pesan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri penutupan Festival Robo-Robo 2026 sekaligus Penganugerahan Gelar Kekerabatan Kerajaan Mempawah di Keraton Amantubillah, Mempawah, Rabu (12/8/2026) malam.
Dalam acara tersebut, Krisantus juga dianugerahi gelar Pangeran Nata Negeri Utama oleh Kerajaan Mempawah.
Krisantus mengatakan, budaya dan sejarah merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan peran kerajaan-kerajaan Nusantara dalam perjalanan sejarah Indonesia.
“Budaya itu penting. Masyarakat yang tidak menghormati budayanya, masyarakat yang tidak melestarikan budayanya adalah masyarakat yang akan punah ditelan zaman,” ujar Krisantus.
Menurut dia, keberadaan kerajaan-kerajaan Nusantara memiliki peran penting dalam membangun persatuan masyarakat sebelum terbentuknya Indonesia sebagai sebuah negara.
“Ini harus kita sadari generasi-generasi muda saat ini, bahwa Indonesia tidak ada kalau tidak ada kerajaan,” katanya.
Selain pelestarian budaya, Krisantus menekankan pentingnya menjaga toleransi. Menurutnya, Kalimantan Barat merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam.
Perbedaan tersebut, kata dia, semestinya menjadi kekuatan untuk membangun Kalimantan Barat secara bersama-sama.
“Kita di Kalbar ini adalah miniatur Indonesia. Mari kita bangun bersama Kalimantan Barat ini, mari kita cintai dan tumbuhkan rasa memiliki yang tinggi terhadap tanah tumpah darah kita ini,” ujarnya.
Krisantus juga mengingatkan masyarakat untuk menerima dan menghormati perbedaan sebagai bagian dari kehidupan.
“Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang dari dalam rahim ibunya bisa bercita-cita terlahir sebagai suku apa, budaya apa, dan agama apa. Itu anugerah Tuhan,” tuturnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat. Krisantus menyatakan tidak akan mentoleransi kelompok atau organisasi yang berpotensi memicu konflik.
“Saya tidak ingin ketenteraman masyarakat Kalimantan Barat terganggu. Saya ingin Kalbar ini rukun, aman, dan damai,” tegasnya.
Robo-Robo sebagai Warisan Budaya
Krisantus juga mengapresiasi pelaksanaan Festival Robo-Robo 2026. Ia menilai tradisi Robo-Robo memiliki nilai penting bagi masyarakat Mempawah sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Barat.
Ia berharap festival tersebut terus dikembangkan agar semakin dikenal luas.
“Robo-Robo ini merupakan Warisan Budaya Takbenda yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yang harus menjadi kebanggaan kita,” katanya.
Krisantus berharap pelaksanaan Robo-Robo dari tahun ke tahun semakin baik dan mampu menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia juga berharap festival tersebut dapat semakin banyak melibatkan kerajaan-kerajaan dari berbagai daerah, bahkan dari negara lain.
Malam penutupan Festival Robo-Robo 2026 berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ditutup dengan foto bersama para tamu undangan dan keluarga Kerajaan Mempawah.

















