banner 468x60
Info Pertamina

Pertamina Latih Istri Nelayan Sungai Kupah Olah Ikan Belukat Jadi Basreng

×

Pertamina Latih Istri Nelayan Sungai Kupah Olah Ikan Belukat Jadi Basreng

Sebarkan artikel ini

KUBU RAYA – Istri nelayan di Kampung Nelayan, Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mulai mengembangkan hasil tangkapan ikan menjadi produk olahan bernilai jual.

Melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memberikan pelatihan pengolahan ikan belukat menjadi basreng kepada kelompok perempuan pesisir, Rabu (16/9/2026).

Pelatihan tersebut diikuti 10 anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Permai Lestari. Para peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan istri nelayan mendapat pendampingan dari dosen Universitas OSO Pontianak.

Mereka diajarkan teknik mengolah ikan belukat menjadi basreng, mulai dari proses pengolahan hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan, pelatihan tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan potensi yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat pesisir.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendukung para ibu agar memiliki keterampilan mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Harapannya, mereka dapat terus mengembangkan produk ini sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujar Edi.

Selain pelatihan, AFT Supadio menyerahkan sejumlah peralatan memasak kepada Poklahsar Permai Lestari. Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menunjang produksi setelah kegiatan pendampingan selesai.

Menurut Edi, pengembangan keterampilan kelompok perempuan menjadi salah satu bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina.

“Kami berharap Poklahsar Permai Lestari dapat terus memproduksi dan mengembangkan basreng ikan belukat sebagai produk khas Sungai Kupah. Ketika usaha kelompok tumbuh, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh keluarga nelayan,” katanya.

Bagi Yuli, salah satu anggota Poklahsar Permai Lestari, pelatihan tersebut membuka peluang baru bagi para perempuan di Kampung Nelayan untuk mengembangkan usaha dari hasil tangkapan yang selama ini tersedia di sekitar mereka.

“Terima kasih kepada AFT Supadio yang sudah mengadakan kegiatan ini. Harapannya, produk basreng ini bisa memberi kami para ibu penghasilan tambahan,” ujar Yuli.

Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga AFT Supadio mendorong pemanfaatan hasil perikanan lokal sekaligus peningkatan keterampilan perempuan pesisir.

Pelatihan pengolahan ikan belukat menjadi basreng diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi usaha kelompok yang dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga nelayan di Sungai Kupah.