PONTIANAK, Aksaraloka.com – Upaya mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba terus dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Kali ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat membekali warga Desa Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, dengan keterampilan cukur rambut melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill bagi masyarakat di kawasan rawan narkoba.
Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalbar tersebut resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) dan berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (16/10/2026).
Pelatihan dilaksanakan di ruang kelas UPT Pengembangan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PKPTK) Provinsi Kalimantan Barat. Sebanyak 20 peserta, didampingi lima orang pendamping, mengikuti kegiatan ini. Peserta terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 17 hingga 50 tahun.
Program ini menjadi langkah lanjutan BNNP Kalbar dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi. Sebelumnya, kegiatan Lifeskill dengan pelatihan serupa telah sukses dilaksanakan di Kelurahan Batu Layang, Pontianak Utara.

“Kini, giliran masyarakat Desa Ampera Raya yang mendapatkan kesempatan untuk memperoleh keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri,” ujar Amalia Suryandari, Panitia Pelaksana Bimtek Lifeskill BNNP Kalbar.
Dikatakan Amalia Suryandari, Desa Ampera Raya dipilih karena wilayah tersebut termasuk dalam kategori kawasan waspada narkoba.
Menurutnya, pelaksanaan program ini menjadi salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat, terutama melalui pembekalan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Dipilihnya Desa Ampera Raya karena wilayah ini termasuk kategori waspada narkoba. Selain itu, lokasinya berbatasan langsung dengan Kota Pontianak,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar tentang teknik mencukur rambut, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha yang produktif.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala UPT PKPTK Provinsi Kalimantan Barat, Paskalis, SH, M.Si. Paskalis menyambut baik pelaksanaan program pelatihan cukur rambut yang dinilai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius sehingga mampu menyerap ilmu dan keterampilan yang diberikan oleh para pemateri.
Lebih jauh, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi peserta untuk membuka usaha cukur rambut secara mandiri maupun menciptakan peluang kerja baru di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Harapannya, para peserta mendapatkan ilmu dan keterampilan mencukur rambut yang nantinya bisa dikembangkan menjadi kegiatan bernilai ekonomis, bahkan membuka peluang kerja baru,” ujarnya.

Melalui program Bimtek Lifeskill ini, BNNP Kalbar tidak hanya mendorong peningkatan kemampuan masyarakat, tetapi juga berupaya membangun lingkungan yang lebih produktif dan memiliki daya tahan terhadap ancaman narkoba.
Pembekalan keterampilan dan peluang ekonomi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah positif dalam memperkuat peran masyarakat Desa Ampera Raya untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, mandiri, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.











