banner 468x60
Sintang

Supriyanto Pimpin Disbunnak Sintang, Siapkan Forum Sawit dan Program Kemitraan Peternakan

×

Supriyanto Pimpin Disbunnak Sintang, Siapkan Forum Sawit dan Program Kemitraan Peternakan

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG – Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut pimpinan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sintang yang digelar di Aula Disbunnak Sintang, Selasa (2/6/2026).

Acara tersebut menandai berakhirnya masa tugas Martin Nandung sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sintang sekaligus menyambut Supriyanto sebagai Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang yang baru.

Dalam sambutannya, Martin Nandung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jajaran pegawai, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, serta insan pers yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama memimpin dinas tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kerja sama selama saya menjalankan amanah ini. Berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama,” ujarnya.

Martin juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin terdapat kebijakan maupun keputusan yang kurang berkenan.

Ia berpesan agar seluruh ASN di lingkungan Disbunnak tetap menjaga kekompakan dan mendukung kepemimpinan yang baru.

“Jangan membandingkan pemimpin lama dan baru. Setiap pemimpin memiliki cara dan strategi masing-masing. Yang terpenting adalah bersama-sama membangun organisasi agar semakin baik,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi sebagai salah satu kunci pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, sektor perkebunan masih menjadi motor utama penggerak ekonomi Kabupaten Sintang.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sintang pada akhir 2025 mencapai 5,9 persen dan ditargetkan meningkat hingga 6 persen pada semester pertama 2026.

Kehadiran puluhan perusahaan perkebunan dinilai berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Investasi harus terus kita jaga dan tingkatkan karena berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Kartiyus.

Apresiasi terhadap kepemimpinan Martin Nandung juga datang dari kalangan dunia usaha.

Perwakilan perusahaan perkebunan sawit Kabupaten Sintang, Subendi, menilai komunikasi dan koordinasi yang terjalin selama ini telah menciptakan sinergi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan kebersamaan yang telah dibangun selama ini. Kami optimistis sinergi tersebut dapat terus dilanjutkan di bawah kepemimpinan yang baru,” katanya.

Di sisi lain, Supriyanto menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor perkebunan dan peternakan sebagai sektor strategis penopang ekonomi daerah.

Meski baru pertama kali memimpin Disbunnak, ia mengaku tidak asing dengan dunia perkebunan dan peternakan karena memiliki pengalaman sebagai pekebun, peternak, serta berasal dari keluarga petani transmigrasi.

Sebagai langkah awal, Supriyanto berencana memetakan berbagai persoalan di sektor perkebunan, terutama yang berkaitan dengan hubungan masyarakat dan perusahaan.

Ia menilai pemerintah harus hadir sebagai fasilitator untuk menciptakan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat maupun investor.

Selain itu, Supriyanto menggagas program kemitraan antara perusahaan perkebunan dan kelompok peternak guna meningkatkan produksi peternakan lokal yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Saya memiliki gagasan agar satu perusahaan dapat membina satu kelompok peternak. Jika berjalan dengan baik, program ini akan berdampak besar terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Supriyanto juga berencana membentuk Forum Sawit Sintang sebagai wadah komunikasi antara pemerintah daerah dan seluruh perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Sintang.

Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membahas berbagai persoalan sekaligus merumuskan kontribusi sektor perkebunan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Melalui Forum Sawit Sintang, pemerintah dan perusahaan dapat duduk bersama membahas berbagai peluang pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.