Aksaraloka.com, SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Sintang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Kamis (11/6/2026).
Rakor tersebut menjadi momentum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, dunia usaha hingga pemerintah kecamatan untuk menyatukan langkah dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.

Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Kusnidar, menjelaskan bahwa pelaksanaan rakor merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait peningkatan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Sebelumnya, pemerintah telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Karhutla di Jakarta pada April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan Rakor dan Apel Siaga Karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak.
“Sebagai tindak lanjut dari hasil koordinasi tersebut, seluruh pemerintah kabupaten dan kota diminta melaksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing,” ujar Kusnidar.
Menurutnya, rakor bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan, mitigasi, serta penanganan karhutla.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan seluruh stakeholder hingga tingkat desa.
“Melalui rakor ini kami berharap terbangun komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa rakor tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin semata.
Menurutnya, ancaman karhutla merupakan persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Koordinasi ini bukan hanya menjalankan instruksi pemerintah pusat atau provinsi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” tegas Bala.
Ia meminta seluruh anggota Satgas Karhutla melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai langkah pencegahan yang telah dilaksanakan.
Evaluasi dinilai penting untuk mengukur efektivitas program sekaligus memperbaiki berbagai kelemahan yang masih ditemukan di lapangan.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat guna membangun kesadaran terhadap bahaya karhutla.
Pengawasan di wilayah rawan kebakaran, termasuk kawasan perkebunan dan lahan milik masyarakat, juga diminta dilakukan secara lebih intensif.
“Kita harus memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta pembagian tugas yang jelas. Ketika terjadi keadaan darurat, semua pihak harus sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Menurut Bala, instansi terkait juga perlu menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari penetapan status siaga, kesiapan logistik, hingga dukungan anggaran untuk penanganan karhutla.
Meski curah hujan di Kabupaten Sintang saat ini masih tergolong tinggi, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat semua pihak lengah.
Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi alasan penting untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Kita melihat hujan masih cukup sering turun. Tetapi prediksi musim kemarau tetap harus menjadi perhatian. Jangan sampai kita terlena hanya karena hujan masih ada. Kita harus tetap siap menghadapi segala kemungkinan,” katanya.
Bupati berharap sinergi yang terbangun melalui rakor tersebut mampu memperkuat upaya pencegahan sehingga risiko dan dampak karhutla di Kabupaten Sintang dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Yang terpenting adalah kesiapan bersama. Jika koordinasi berjalan baik dan langkah pencegahan dilakukan secara maksimal, maka risiko karhutla dapat kita minimalkan,” pungkasnya.











