banner 468x60
Ekonomi

Zulhas Murka Harga Sawit Kalbar Anjlok: Pengusaha Serakah, Petani Jangan Diperas

×

Zulhas Murka Harga Sawit Kalbar Anjlok: Pengusaha Serakah, Petani Jangan Diperas

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan geram mendengar laporan harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah di Kalimantan Barat anjlok hingga di bawah Rp2.000 per kilogram.

Ia meminta petani segera melapor jika menemukan pabrik atau perusahaan yang membeli hasil panen dengan harga tidak wajar.

“Kalau di bawah Rp2.000 laporkan. Kita cek, kita periksa. Saya sendiri yang akan periksa,” kata Zulkifli Hasan saat menghadiri Rembuk Tani Kalimantan Barat, Jumat, 5 Juni 2026.

Zulhas menilai tidak ada alasan rasional bagi perusahaan menekan harga TBS petani.

Sebab, harga crude palm oil (CPO) saat ini masih berada pada level tinggi, yakni sekitar Rp14.000 hingga Rp14.500 per kilogram.

“Harga CPO bagus. Untung perusahaan besar. Alangkah banyak untungnya mereka. Nah, ini yang mau kita bereskan,” ujarnya.

Mantan Menteri Perdagangan itu secara terbuka menuding ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebihan di tengah kesulitan petani.

Ia memastikan pemerintah akan melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan yang terbukti memainkan harga.

Saat ditanya apakah perusahaan dapat dikenai sanksi, Zulhas menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam.

“Kita periksa. Sekarang akan diperiksa semua,” katanya.

Zulhas juga membantah keras anggapan bahwa rencana kebijakan ekspor CPO melalui satu pintu menjadi penyebab jatuhnya harga TBS di tingkat petani. Menurut dia, alasan tersebut hanya dalih yang dibuat-buat.

“Saya kira itu pengkhianat. Apa yang berubah? Tidak ada yang berubah. Mereka masih jual, masih ekspor, masih terima uang,” kata Zulhas dengan nada tinggi.

Menurut dia, justru kondisi pasar saat ini memberikan peluang keuntungan lebih besar bagi perusahaan.

Karena itu, ia menilai anjloknya harga TBS lebih disebabkan perilaku sebagian pelaku usaha yang mengutamakan keuntungan tanpa memikirkan nasib petani.

“Harganya lebih bagus, justru lebih bagus. Serakah saja,” ujarnya.

Zulhas kemudian mengutip pernyataan Presiden yang kerap mengingatkan soal praktik usaha yang merugikan rakyat.

“Itu yang dibilang serakah oleh Pak Presiden. Dikit-dikit meres rakyat. Dikit-dikit meres rakyat. Itu yang tidak boleh,” katanya.

Pernyataan keras Zulhas muncul di tengah keluhan petani sawit Kalimantan Barat yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi penurunan harga TBS secara drastis.

Di sejumlah wilayah, harga pembelian TBS dilaporkan berada jauh di bawah ketetapan pemerintah daerah, memicu dugaan adanya permainan harga oleh pabrik kelapa sawit.