banner 468x60
Kalimantan Barat

PT ICA Kembali Ekspor Alumina ke Jepang, 200 Kontainer Dikirim dalam Sepekan

×

PT ICA Kembali Ekspor Alumina ke Jepang, 200 Kontainer Dikirim dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) kembali mengekspor komoditas alumina hydroxide dan alumina oxide setelah sempat terkendala regulasi. Pelepasan ekspor dilakukan di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026).

Direktur Utama PT ICA, Arief Abidin, mengatakan pada tahap awal perusahaan mengirim sekitar 40 kontainer menuju Jepang. Dalam sepekan, total pengiriman ditargetkan mencapai sekitar 200 kontainer.

“Hari ini kita mengapalkan kurang lebih 40 kontainer dengan tujuan Jepang. Selama satu minggu ini kita akan mengirimkan total sekitar 200 kontainer. Jadi kami sampaikan secara resmi ekspor sudah berjalan lagi,” ujar Arief.

Menurut dia, dibukanya kembali jalur ekspor menjadi momentum penting bagi keberlangsungan operasional perusahaan.

“Bagi kami di ICA, ini merupakan momentum yang sangat baik untuk kelangsungan operasional perusahaan ke depan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan aktivitas ekspor mulai kembali bergairah setelah pemerintah membuka kembali izin pengiriman komoditas tersebut.

Ia mengungkapkan sebelumnya pengiriman puluhan kontainer sempat tertunda akibat adanya larangan ekspor yang mendadak diterapkan.

“Ekspor mulai menggeliat lagi. Sebelumnya kami sempat terkendala saat persiapan pengiriman sekitar 20 hingga 24 kontainer karena tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa pengiriman dilarang. Setelah ada klarifikasi dari Bea Cukai dan penjelasan dari pemerintah, sekarang kondisinya sudah normal kembali,” ujarnya.

Farid menambahkan, ke depan aktivitas ekspor komoditas alumina tidak hanya dilakukan melalui Pelabuhan Dwikora, tetapi juga akan dialihkan secara bertahap ke Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah.

Pelindo, kata dia, telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan bongkar muat yang dijadwalkan tiba di Kijing pada akhir Agustus.

“Kami berharap ekspor bukan hanya dilakukan dari Pontianak, tetapi juga dari Kijing. Alat sudah kami siapkan dan akan tiba akhir bulan ini agar operasional di Kijing bisa berjalan penuh,” katanya.

Selain itu, Pelindo telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan pelayaran untuk memindahkan aktivitas ekspor secara bertahap ke Pelabuhan Kijing. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi alur pelayaran di Pelabuhan Dwikora semakin dangkal sehingga membatasi kapal berukuran besar.

Menurut Farid, Pelabuhan Kijing memiliki kedalaman yang lebih memadai sehingga dapat melayani kapal-kapal besar pengangkut alumina dan meningkatkan efisiensi ekspor Kalimantan Barat.

Ia juga mengungkapkan, dalam waktu dekat salah satu perusahaan pelayaran asal China berencana membuka layanan ekspor langsung dari Pelabuhan Kijing, yang diharapkan semakin memperkuat aktivitas ekspor komoditas unggulan daerah tersebut.