LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menutup sekaligus menerima kembali mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Tahun 2026 di Kabupaten Landak.
Kegiatan penutupan dan penjemputan tersebut digelar di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Kamis (20/8/2026).
Program KKM FISIP Untan tahun ini diikuti sebanyak 426 mahasiswa dari seluruh program studi. Mereka melaksanakan kegiatan selama sekitar satu bulan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Jelimpo, Ngabang, Sengah Temila, dan Mandor.
Dalam sambutannya, Karolin menyampaikan apresiasi kepada FISIP Untan yang telah memilih Kabupaten Landak sebagai lokasi pelaksanaan KKM.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada program KKM, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Landak.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari hubungan kelembagaan yang semakin kuat antara Universitas Tanjungpura dengan Pemerintah Kabupaten Landak,” kata Karolin.
Menurut dia, kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat desa, hingga pendampingan program pembangunan di daerah.
Karolin juga menilai kehadiran mahasiswa di desa memberikan pengalaman langsung yang tidak sepenuhnya bisa diperoleh dari bangku kuliah.

Ia menyebut pengalaman selama tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat sebagai “kuliah di Universitas Masyarakat”.
“KKM ini menjadi jembatan antara teori, buku, dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Karolin mengatakan, mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah desa. Mulai dari keterbatasan pelayanan, pembangunan, hingga persoalan geografis dan biaya logistik.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa agar memahami bahwa kondisi pembangunan di setiap daerah tidak selalu sama.
“Indonesia itu luas dan terdiri dari beragam wilayah. Ada kepulauan, ada daratan. Nah, Landak ini terletak di tengah-tengah Pulau Kalimantan,” kata Karolin.
Karolin menekankan pentingnya memahami keberagaman kebutuhan setiap daerah dalam merancang pembangunan.
Ia mengatakan, persoalan yang dihadapi daerah di Kalimantan tidak selalu sama dengan daerah di Jawa maupun Jakarta.
“Penghormatan terhadap keberagaman inilah, pemahaman terhadap keberagaman inilah yang harus terus kita gelorakan di Indonesia,” tuturnya.

Mahasiswa Diminta Menjadi Generasi Emas
Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 2035.
Menurut dia, bonus demografi dapat menjadi peluang apabila generasi muda memiliki kemampuan dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
Namun, kondisi tersebut juga dapat berubah menjadi persoalan apabila jumlah tenaga kerja produktif tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan lapangan pekerjaan.
“It can be bonus or it can be disaster. Bisa jadi bonus, bisa jadi bencana,” kata Karolin.
Karolin berharap mahasiswa FISIP Untan dapat terus menempa diri dan berkontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia juga berharap generasi muda dapat menjadi generasi emas yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, bukan justru menjadi generasi yang cemas menghadapi masa depan.

426 Mahasiswa Jalani KKM di Empat Kecamatan
Ketua Panitia KKM FISIP Untan 2026, Haunan Fachry Rohile, mengatakan pelaksanaan KKM selama satu bulan telah menghasilkan berbagai kegiatan dan pengalaman bagi mahasiswa maupun masyarakat desa.
Menurut Haunan, salah satu indikator keberhasilan KKM adalah munculnya ikatan antara mahasiswa dengan masyarakat di lokasi penempatan.
Ia bahkan menyebut ada kepala desa dan masyarakat yang merasa sedih ketika mahasiswa harus meninggalkan lokasi KKM.
“Ini menjadi dasar kami menyimpulkan keberhasilan keberadaan adik-adik mahasiswa KKM ini telah menghadirkan kenangan dan keberhasilan program kerjanya yang juga nyata,” kata Haunan.
Ia mengatakan mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan di desa, termasuk membantu pelaksanaan sejumlah agenda pemerintahan dan kegiatan masyarakat.
Meski demikian, Haunan menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKM terdapat kekurangan, baik dalam penyelenggaraan maupun sikap dan perilaku mahasiswa.
Ia berharap kerja sama FISIP Untan dengan Pemerintah Kabupaten Landak dapat terus berlanjut dalam bentuk kegiatan lainnya.

Mahasiswa Dinilai Lebih Banyak Belajar dari Masyarakat
Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Untan, Viza Julianzyah, yang hadir mewakili Dekan FISIP Untan, mengatakan pengalaman KKM di Landak memberikan banyak pembelajaran bagi mahasiswa.
Menurut Viza, mahasiswa tidak seharusnya datang ke desa dengan anggapan hanya akan memberikan sesuatu kepada masyarakat.
Sebaliknya, mahasiswa juga harus menyadari bahwa mereka dapat memperoleh banyak pengetahuan dari masyarakat.
“Yang sesungguhnya adalah kita yang sering kali lebih banyak belajar daripada masyarakat,” kata Viza.
Ia menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat membuat mahasiswa belajar menghadapi perbedaan karakter, menyelesaikan konflik, berkoordinasi dengan pemerintah desa, hingga bekerja dalam kelompok dengan latar belakang yang beragam.
Viza juga mencontohkan sejumlah program mahasiswa, seperti pemberdayaan perempuan melalui program “She Can” serta pembuatan profil desa.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang selama ini dipelajari di ruang perkuliahan.
“Di dunia nyata kita tidak cuma butuh teori, tapi juga aksi nyata,” ujarnya.
Viza berharap kegiatan KKM di Kabupaten Landak menjadi awal dari kerja sama yang lebih panjang antara FISIP Untan dan Pemerintah Kabupaten Landak.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar meninggalkan kesan dan kondisi yang baik di desa tempat mereka melaksanakan KKM.
“Jangan sampai meninggalkan rumah dalam keadaan lebih buruk daripada ketika kita hadir di sini,” kata Viza.

















