banner 468x60
Hiburan

Indonesia Masters 2026 Sukses, Warga Berharap Turnamen Lebih Besar Kembali Digelar di Pontianak

×

Indonesia Masters 2026 Sukses, Warga Berharap Turnamen Lebih Besar Kembali Digelar di Pontianak

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Gelaran Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 resmi berakhir di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (6/9/2026). Kesuksesan turnamen BWF World Tour Super 100 tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Antusiasme warga terlihat sejak babak awal hingga pertandingan final. Tak hanya penggemar bulu tangkis, masyarakat umum turut datang untuk merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional di Kota Pontianak.

Junaidi, warga Pontianak yang menyaksikan pertandingan, menilai penyelenggaraan Indonesia Masters memberikan hiburan sekaligus pengalaman berbeda bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran pemain dari berbagai negara membuat masyarakat Pontianak memiliki kesempatan menyaksikan pertandingan berkualitas tanpa harus pergi ke luar daerah.

“Bagus sekali. Kita bisa melihat pemain-pemain dari luar negeri bertanding langsung di Pontianak. Mudah-mudahan tahun depan bisa digelar lagi,” ujar Junaidi.

Ia berharap turnamen berikutnya tidak hanya kembali digelar, tetapi juga memiliki level yang lebih tinggi dengan menghadirkan lebih banyak pemain top dunia.

Harapan serupa disampaikan Susi. Ia mengaku senang karena Pontianak mendapat kesempatan menjadi tuan rumah turnamen internasional secara beruntun.

“Senang bisa ada pertandingan seperti ini di Pontianak. Suasananya ramai dan masyarakat juga antusias. Kalau bisa jangan berhenti sampai di sini,” katanya.

Menurut Susi, penyelenggaraan turnamen internasional juga menjadi kesempatan bagi anak-anak dan generasi muda di Kalimantan Barat untuk melihat secara langsung perjuangan atlet profesional.

“Anak-anak bisa melihat langsung, jadi mereka juga bisa termotivasi untuk bermain bulu tangkis,” ujarnya.

Sementara itu, Ilham berharap keberhasilan Indonesia Masters 2026 menjadi modal bagi Pontianak untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah turnamen yang lebih besar.

“Harapannya tentu bisa digelar lagi dan kalau bisa levelnya lebih tinggi. Kalau ada turnamen yang lebih besar, pasti masyarakat semakin ramai datang,” kata Ilham.

Ia menilai antusiasme penonton menjadi salah satu modal penting. Harga tiket yang terjangkau juga membuat pertandingan internasional dapat dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 digelar pada 1-6 September 2026 dan merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 100.

Turnamen tersebut diikuti 356 atlet dari 17 negara dengan total hadiah mencapai 120.000 dolar AS.

Sejumlah pemain Indonesia turut ambil bagian, di antaranya Anthony Sinisuka Ginting, Christian Adinata, Mutiara Ayu Puspitasari, Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo, Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Penyelenggaraan Indonesia Masters juga menjadi kelanjutan dari sukses Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang sebelumnya digelar di kota yang sama.

Dua turnamen internasional secara berurutan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di Kalimantan Barat sekaligus memperkenalkan Pontianak sebagai salah satu kota yang mampu menggelar kompetisi bulu tangkis bertaraf internasional.

Bagi warga, keberhasilan Indonesia Masters 2026 bukan sekadar menghadirkan pertandingan olahraga.

Turnamen tersebut juga meninggalkan harapan agar Pontianak kembali menjadi panggung bulu tangkis internasional, dengan kompetisi yang lebih besar dan pemain-pemain kelas dunia yang semakin banyak.