banner 468x60
Hukum dan Kriminal

Petaka Curi Mangga di Pontianak, Bokong Pemuda Tertancap Tombak Pagar

×

Petaka Curi Mangga di Pontianak, Bokong Pemuda Tertancap Tombak Pagar

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Niat mengambil buah mangga di halaman rumah warga berujung petaka.

Seorang pemuda berinisial Gentar Paksi Ikra Mullah (20) terjatuh dari pohon mangga hingga bagian bokongnya tertancap ujung pagar besi berbentuk tombak di Jalan Perdana, Kompleks Bali Agung II, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu malam, 1 November 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.45 WIB itu membuat warga sekitar panik.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena ujung pagar besi yang menancap di tubuh pemuda tersebut tidak bisa langsung dicabut.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, melalui laporan penanganan kejadian menyebutkan, polisi menerima informasi tersebut melalui layanan Call Center 110.

Petugas yang tiba di lokasi mendapati Gentar masih dalam posisi duduk di atas pagar rumah milik Nendy Chandra (48). Bagian bokongnya tertancap ujung pagar besi.

Menyadari kondisi korban berisiko jika pagar langsung dicabut, petugas kemudian menghubungi pemadam kebakaran, ambulans PMI, dan ambulans RS Anton Soedjarwo untuk membantu proses evakuasi.

Dahan Patah, Tubuh Terjatuh ke Ujung Pagar

Berdasarkan keterangan pemilik rumah dan pengakuan Gentar, insiden tersebut bermula ketika pemuda itu diduga hendak mengambil buah mangga di halaman rumah Nendy.

Gentar mengaku memanjat pagar rumah sambil berusaha menarik sekumpulan mangga dari salah satu dahan pohon. Namun, dahan yang ditarik tiba-tiba patah.

Nahas, Gentar terjatuh dalam posisi terduduk dan tubuhnya langsung mengenai ujung pagar besi berbentuk tombak.

Dalam kondisi kesakitan, ia berteriak meminta pertolongan hingga terdengar oleh pemilik rumah yang sedang beristirahat di dalam rumah.

Nendy kemudian keluar untuk memeriksa sumber suara. Ia mendapati Gentar dalam kondisi tertancap pagar dan segera meminta bantuan warga serta menghubungi layanan kepolisian.

Gentar juga mengakui melakukan aksi tersebut seorang diri. Ia berjalan kaki dari rumah dengan membawa karung hitam untuk mengambil mangga.

Dievakuasi dengan Memotong Pagar

Petugas pemadam kebakaran dan PMI tiba di lokasi sekitar pukul 20.22 WIB. Mengingat pagar besi tidak memungkinkan dicabut secara langsung, petugas mengambil langkah dengan memotong bagian pagar di sekitar ujung yang menancap menggunakan gerinda.

Proses pemotongan pagar selesai sekitar pukul 20.46 WIB. Gentar kemudian dibawa menggunakan ambulans RS Anton Soedjarwo untuk mendapatkan penanganan medis.

Ibu kandung Gentar, Arni, juga mendatangi lokasi setelah mendengar kabar kejadian tersebut.

Namun, saat melihat kondisi anaknya, ia dilaporkan pingsan dan turut dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans PMI.

Di RS Anton Soedjarwo, Gentar masih dalam keadaan sadar ketika menjalani penanganan awal oleh petugas medis.

Berdasarkan keterangan dokter piket UGD saat itu, ujung pagar besi yang menancap berukuran sekitar 15 sentimeter. Tim medis melakukan pemeriksaan awal, termasuk pembersihan dan rontgen, untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Kondisi Gentar dilaporkan relatif stabil. Namun, dokter belum dapat memutuskan tindakan operasi dan masih mempertimbangkan kemungkinan rujukan ke rumah sakit lain.

Polisi Amankan 21 Buah Mangga

Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi mengamankan 21 buah mangga beserta karung atau kain hitam yang dibawa Gentar.

Dari keterangan awal keluarga, Gentar sempat meminta uang kepada ibunya sekitar pukul 17.30 WIB. Karena tidak memiliki uang, permintaan itu tidak dipenuhi. Gentar kemudian meninggalkan rumah tanpa diketahui tujuannya.

Keluarga baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas Parit Tokaya melalui warga setempat.

Hingga laporan penanganan dibuat pada Minggu malam, Gentar dan ibunya belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut secara mendalam karena masih mengalami syok.

Polisi telah mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan awal, serta mengawal proses evakuasi hingga korban tiba di rumah sakit.

Penanganan medis terhadap Gentar menjadi prioritas, sementara perkembangan kasus dugaan pencurian tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.