Aksaraloka.com, KUBU RAYA – Petugas sensus ekonomi di Kabupaten Kubu Raya mengungkap adanya risiko yang dihadapi saat melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah warga.
Salah satunya dugaan tindakan pelecehan yang dialami petugas perempuan ketika menjalankan tugas di lapangan.
Petugas sensus ekonomi, Dara Elvinda, mengatakan salah seorang rekannya pernah mengalami peristiwa yang mengarah pada pelecehan seksual saat mendatangi rumah responden untuk melakukan wawancara.
Menurut Dara, kejadian itu terjadi ketika petugas perempuan melakukan pendataan di kediaman responden.
Saat proses wawancara berlangsung, responden diduga menunjukkan perilaku tidak senonoh.
“Ada teman yang pernah mengalami kejadian yang mengarah ke pelecehan saat melakukan pendataan,” kata Dara, Selasa (24/6/2026).
Beruntung, saat itu petugas tidak bekerja sendirian. Kehadiran rekan kerja membuat situasi dapat segera diantisipasi sehingga tidak berkembang lebih jauh.
“Untung mereka datang berdua, jadi masih bisa ditangani,” ujarnya.
Dara mengatakan peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi petugas sensus untuk lebih waspada saat bertugas.
Sejak kejadian itu, petugas perempuan lebih berhati-hati ketika melakukan kunjungan ke rumah responden, terutama jika kondisi di lokasi dinilai kurang aman.
Dalam situasi tertentu, wawancara bahkan dilakukan dari depan pagar rumah untuk menjaga keamanan petugas.
Selain risiko pelecehan, petugas sensus juga menghadapi berbagai tantangan lain di lapangan, seperti penolakan dari warga hingga kesulitan menemui responden yang bekerja sejak pagi hingga malam hari.
Meski demikian, Dara menegaskan para petugas tetap berupaya menjalankan tugas pendataan secara profesional karena data yang dikumpulkan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan dan pemetaan kondisi ekonomi masyarakat.












