Aksaraloka.com, SINTANG – Sebanyak 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi memulai pengabdian selama 40 hari di Kelurahan Alai, Kecamatan Sintang.
Kehadiran mereka disambut hangat Pemerintah Kabupaten Sintang yang menyatakan siap mendukung penuh berbagai program kolaboratif, bahkan menyambut komitmen pendampingan berkelanjutan hingga tiga tahun.
Penyambutan mahasiswa KKN dipimpin langsung Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang, Jumat (10/7/2026).
Turut hadir Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang, Edy Haramaini, dosen pembimbing lapangan Dr. Rika Lutfi Tirda, Forum Anak Kabupaten Sintang, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Sintang, Edy Haramaini, menegaskan pihaknya siap bersinergi untuk menyukseskan seluruh program pengabdian mahasiswa melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, berbagai program mahasiswa memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan daerah, mulai dari pembinaan Forum Anak, perlindungan perempuan dan anak, pengelolaan lingkungan, hingga kegiatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Sosial, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi lainnya.
“Kami siap memberikan dukungan semampu yang bisa kami lakukan. Ke depan akan banyak kolaborasi yang kami bangun, terutama dalam pembinaan Forum Anak, pengelolaan persampahan, hingga program bersama BNN, Dinas Sosial, BPBD dan instansi terkait lainnya. Kami juga berharap mendapat arahan dari Bapak Wakil Bupati agar program-program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Haramaini.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa KKN, Mufti, menjelaskan timnya terdiri atas 10 mahasiswa lintas program studi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Ia mengatakan keberagaman latar belakang tersebut menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Sintang.
“Kami sengaja memilih Kabupaten Sintang sebagai lokasi KKN. Kami ingin mengenal Kalimantan lebih dekat sekaligus mengabdikan ilmu yang kami miliki kepada masyarakat. Kami mohon arahan, bimbingan dan dukungan dari pemerintah daerah agar seluruh program dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selama 40 hari, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, pendidikan, kesehatan, literasi digital, perlindungan anak, hingga pemberdayaan masyarakat.
Program unggulan yang disiapkan antara lain edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga, gerakan bersih lingkungan, beautifikasi rumah ibadah, serta lomba pemanfaatan limbah plastik dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan program CERTUM (Cerdas Belajar Baca, Tulis, Hitung) bagi anak usia dini, edukasi literasi digital dan pengelolaan keuangan bagi remaja, Ngabar Fest bersama TPA, program 3S (Senam, Sarasehan, dan Sarapan), hingga edukasi pencegahan perundungan (bullying) di sekolah.

Pelaksanaan program tersebut akan melibatkan berbagai mitra, seperti RRI Sintang, BNN Kabupaten Sintang, Asmisi, Forum Anak Kabupaten Sintang, serta sejumlah perangkat daerah.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengapresiasi dipilihnya Kabupaten Sintang sebagai lokasi pengabdian mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman, gagasan, dan membangun kolaborasi demi kemajuan daerah.
“Kami sangat senang adik-adik mahasiswa memilih Kabupaten Sintang. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, bertukar pikiran, dan membangun kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Sintang,” ujarnya.
Ronny berharap mahasiswa mampu menghadirkan ide-ide kreatif yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
“Kadang-kadang kami di pemerintahan berpikir berdasarkan aturan dan regulasi. Kehadiran mahasiswa tentu bisa memberikan perspektif baru, ide-ide kreatif, bahkan cara berpikir yang lebih out of the box untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan,” katanya.
Ia juga memperkenalkan Kabupaten Sintang sebagai daerah seluas sekitar 23.600 kilometer persegi yang terdiri atas 14 kecamatan dan 391 desa dengan jumlah penduduk sekitar 495 ribu jiwa.
Menurutnya, Sintang merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup rukun berdampingan.
Meski demikian, Ronny mengakui pembangunan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di sektor infrastruktur, pelayanan pendidikan, kelistrikan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Yang paling diapresiasi, lanjut Ronny, adalah komitmen UIN Sunan Kalijaga yang tidak hanya melaksanakan KKN selama 40 hari, tetapi juga akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan selama tiga tahun.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen tersebut. Mudah-mudahan program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan terus berlanjut pada angkatan-angkatan berikutnya,” tuturnya.
Ronny juga menginstruksikan seluruh OPD, pemerintah kelurahan, dan instansi terkait untuk memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
“Saya minta seluruh OPD membantu kebutuhan adik-adik selama menjalankan KKN, baik dalam penyediaan data, koordinasi, maupun dukungan lainnya, sehingga seluruh program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sintang,” pungkasnya.











