Aksaraloka.com, PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana selama dua hari untuk menyatukan langkah seluruh BPBD kabupaten/kota dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berpotensi terjadi.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan rakor tersebut bertujuan menginventarisasi berbagai persoalan penanganan bencana di daerah sekaligus menyusun solusi bersama.
“Tujuannya untuk menginventarisasi seluruh persoalan penanganan bencana di kabupaten dan kota, kemudian menyamakan frekuensi dan gerakan BPBD provinsi maupun kabupaten/kota dalam menghadapi bencana, terutama karhutla yang sedang kita hadapi tahun ini,” kata Daniel, Rabu (5/8/2026).
Selain itu, rakor juga memperkuat sinergi antara BPBD dengan TNI, Polri, serta instansi terkait agar penanganan bencana dilakukan secara terpadu.
Terkait insiden seorang warga yang meninggal dunia di kawasan kebakaran lahan di Sungai Pelang, Kabupaten Ketapang, Daniel menyampaikan duka cita. Namun ia menegaskan korban bukan merupakan petugas pemadam.
“Korban adalah warga yang melintasi kawasan yang dipenuhi asap tebal. Diduga korban kehilangan kendali karena terdampak asap hingga akhirnya terjatuh. Jadi korban bukan petugas,” jelasnya.
BPBD Kalbar juga mengingatkan potensi karhutla masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Mulai hari ini sampai Sabtu nanti, potensi karhutla masih ada di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, operasi water bombing terus dilakukan. Daniel mengatakan tiga helikopter water bombing yang tersedia akan dikerahkan secara fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.
“Hari ini heli water bombing sudah melakukan operasi di Sungai Pelang untuk membantu satgas darat. Kalau kondisi kebakarannya masif dan sulit dijangkau, tiga heli bisa kita kerahkan sekaligus,” katanya.
Ia menambahkan durasi operasi helikopter tidak ditentukan berdasarkan waktu tertentu, melainkan disesuaikan dengan kondisi di lapangan hingga titik api dinilai terkendali.
Sementara itu, BPBD Kalbar bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga tengah menyiapkan penempatan satu helikopter dengan base camp di Ketapang agar respons pemadaman lebih cepat.
“Heli untuk Ketapang sedang dipersiapkan BNPB. Harapannya nanti ditempatkan di Ketapang sehingga tidak lagi beroperasi dari Pontianak karena terkendala jarak tempuh. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini sudah terealisasi,” pungkas Daniel.












