banner 468x60
Kalimantan Barat

Karhutla Kalbar Terparah Keempat di Indonesia, Lahan Terbakar Capai Ribuan Hektare

×

Karhutla Kalbar Terparah Keempat di Indonesia, Lahan Terbakar Capai Ribuan Hektare

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus, mengungkapkan Kalimantan Barat saat ini menempati urutan keempat daerah dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan.

“Kalimantan Barat ini urutan keempat kebakaran lahan dan hutan di Indonesia. Ini bukan sesuatu yang membanggakan. Kalau juara PAD yang paling besar saya bangga, tapi kalau juara karhutla tentu saya tidak bangga,” kata Krisantus, Jumat (7/8/2026).

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar telah menginstruksikan BPBD provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran, terutama lahan gambut yang rawan terbakar selama musim kemarau.

Krisantus juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan dalam penanganan karhutla di Kalbar.

Menurutnya, Kepala BNPB telah turun langsung memantau kondisi di lapangan, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya yang menjadi wilayah terdampak paling serius.

“Pemerintah pusat juga sudah memberikan bantuan lima pesawat. Dua di antaranya kami kirim ke Ketapang berupa helikopter water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran yang hingga kini masih terjadi,” ujarnya.

Menurut Krisantus, tantangan utama dalam penanganan karhutla di Kalbar adalah kondisi geografis serta luasnya kawasan gambut.

Di Kabupaten Kubu Raya, sekitar 64 persen wilayah merupakan lahan gambut, sementara di Ketapang, khususnya Kecamatan Pelang, terdapat gambut dengan kedalaman yang tinggi.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di kawasan pegunungan sehingga menyulitkan proses pemadaman dari darat dan membutuhkan dukungan helikopter.

Terkait luas lahan yang terbakar, Krisantus menyebut Kabupaten Ketapang telah mencatat lebih dari 200 hektare lahan terbakar.

Sementara secara akumulatif sejak awal musim kemarau, luas lahan yang terbakar di Kalbar diperkirakan telah mencapai sekitar 2.000 hektare.

“Kalau Kabupaten Ketapang sudah 200 hektare lebih yang terbakar. Dari awal kemarau sekitar 2 ribuan hektare. Kemudian Kabupaten Kubu Raya juga sudah ribuan hektare. Untuk data pastinya nanti saya minta BPBD,” katanya.